Ikuti Program Akademik di Jepang, Mahasiswa UNAND Kembangkan Prototipe Diagnostik Pita Suara Berbasis AI

Langgam.id – Mahasiswa Program Studi Teknik Komputer Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Andalas (UNAND), Rayhan Habibi, mengembangkan prototipe sistem diagnosis gangguan pita suara berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat mengikuti program kunjungan akademik dan budaya di Ibaraki University, Jepang.

Program yang berlangsung selama 17 hari itu dimulai pada 19 Mei 2026. Selama berada di Ibaraki University, Rayhan bergabung di Electromagnetic Wave System Laboratory di bawah bimbingan Takeda Sensei dan terlibat dalam riset di bidang digital signal processing berbasis AI.

Dalam penelitian tersebut, Rayhan mengembangkan prototipe sistem diagnosis berbasis web menggunakan arsitektur Multi-Layer Perceptron (MLP). Sistem itu dirancang untuk mengklasifikasikan kondisi pita suara normal maupun patologis secara non-invasif melalui analisis sinyal suara.

Berdasarkan hasil pengujian awal, prototipe tersebut mampu mencapai tingkat spesifisitas diagnosis sebesar 85 persen. Capaian itu menunjukkan potensinya sebagai teknologi pendukung dalam deteksi dini gangguan pita suara.

Selain melakukan penelitian, Rayhan juga mengikuti berbagai kegiatan akademik di laboratorium. Ia mempresentasikan rencana studi replikasi beserta hasil penelitiannya di hadapan dosen dan peneliti Ibaraki University.

Program tersebut juga menjadi ajang memperluas jejaring internasional melalui pertemuan dengan peserta Spring Scholarship Program dari berbagai negara.

Rayhan mengaku pengalaman mengikuti program di Jepang menjadi salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan akademiknya.

“Selama 17 hari di Ibaraki University saya mendapatkan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya bertemu banyak mahasiswa dari berbagai negara yang menyambut dengan sangat hangat. Selain memperoleh pengalaman riset yang berharga, saya juga belajar bagaimana kolaborasi internasional mampu membuka wawasan baru dan mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNAND, Dr. Eng. Lusi Susanti, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam program internasional merupakan bagian dari upaya fakultas membangun budaya riset yang memiliki daya saing global.

Menurutnya, pengalaman riset di luar negeri tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik dan kemampuan penelitian mahasiswa, tetapi juga membentuk perspektif global yang dibutuhkan di era transformasi digital.

“Kami sangat mengapresiasi capaian yang diraih Rayhan selama mengikuti program di Ibaraki University. Kami berharap pengalaman ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Keikutsertaan Rayhan dalam program tersebut merupakan bagian dari komitmen UNAND memperluas jejaring akademik internasional melalui kolaborasi riset dan mobilitas mahasiswa. Program ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program EQUITY. (HER)

Tag:

Baca Juga

UNAND Mulai Komersilkan Penggunaan Auditorium, Anak Rektor Jadi Penyewa Pertama
UNAND Mulai Komersilkan Penggunaan Auditorium, Anak Rektor Jadi Penyewa Pertama
AGC Salurkan Beasiswa Rp150 Juta untuk 75 Mahasiswa UNAND
AGC Salurkan Beasiswa Rp150 Juta untuk 75 Mahasiswa UNAND
7.602 Maba Ikuti BAKTI UNAND 2026, Rektor: Harus Dijawab dengan Karya dan Kontribusi
7.602 Maba Ikuti BAKTI UNAND 2026, Rektor: Harus Dijawab dengan Karya dan Kontribusi
Mahasiswa KKN UNAND Edukasi Siswa SD di Padang Sibusuk tentang Pencegahan Cacingan
Mahasiswa KKN UNAND Edukasi Siswa SD di Padang Sibusuk tentang Pencegahan Cacingan
Lewat IORA, Civitas Akademika UNAND Diminta Aktif Riset dan Diplomasi
Lewat IORA, Civitas Akademika UNAND Diminta Aktif Riset dan Diplomasi
Sambut Mahasiswa Baru, Rektor UNAND Tekankan 7 Pilar Menuju Generasi Unggul
Sambut Mahasiswa Baru, Rektor UNAND Tekankan 7 Pilar Menuju Generasi Unggul