Hotspot Nihil, Kabut Asap di Dharmasraya Diduga Berasal dari Luar Daerah

Hotspot Nihil, Kabut Asap di Dharmasraya Diduga Berasal dari Luar Daerah

Ilustrasi Kabut Asap (Foto: Pixabay)

Langgam.id — Titik panas atau hotspot di Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Dharmasraya, terpantau nihil pada Kamis (27/8/2026).

Data tersebut berdasarkan pantauan aplikasi SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Meski demikian, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Dharmasraya, termasuk kawasan Pulau Punjung dan sekitarnya.

Kalaksa BPBD Kabupaten Dharmasraya Suherman Junaidi mengatakan, nihilnya hotspot menjadi kabar baik dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut.

“Alhamdulillah, berdasarkan pantauan aplikasi SiPongi KLHK, hotspot di Sumbar, khususnya Kabupaten Dharmasraya, nihil,” kata Suherman Junaidi.

Namun, kondisi kualitas udara di Pulau Punjung masih tergolong tidak sehat. Berdasarkan pantauan aplikasi IQAir pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Pulau Punjung berada pada angka 165 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 74,8 mikrogram per meter kubik.

Kondisi itu menunjukkan udara di wilayah tersebut masih dipengaruhi polusi partikulat. Dengan tidak ditemukannya hotspot di Dharmasraya, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah diduga berasal dari sumber kebakaran atau polusi udara dari luar daerah.

Suherman menyebut, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan meski tidak ditemukan titik panas. BPBD bersama personel gabungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, TNI dan Polri terus melakukan pemantauan di lapangan.

Selain pemantauan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla serta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah dan menangani potensi kebakaran.

“Personel gabungan terus melakukan pemantauan, edukasi bahaya karhutla kepada masyarakat serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kabupaten Dharmasraya,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara terbuka.

Imbauan tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca dan kualitas udara saat ini masih kurang baik. Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran lahan maupun hutan di wilayahnya. (HER)

Tag:

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Kualitas Udara Kota Padang dan Padang Pariaman Berada di Level Sedang
Porprov Sumbar 2026 akan dihelat dari tanggal 2-14 Oktober 2026.
Kabut Asap Mengintai Porprov Sumbar, Guru Besar Unand Ingatkan Kesehatan Atlet
Ilustrasi CFD di Padang. (Dok. Langgam.id)
CFD Padang Ditunda Lagi, Kualitas Udara Masih Terdampak Kabut Asap
Pagi Ini, Udara Padang dan Padang Pariaman Masuk Kategori Tidak Sehat
Pagi Ini, Udara Padang dan Padang Pariaman Masuk Kategori Tidak Sehat
Kabut Asap Riau
Kualitas Udara di Padang dan Padang Pariaman Tidak Sehat Siang Ini
Kabut Asap, SMA Sederajat di Sumbar Kembali Lakukan PJJ
Kabut Asap, SMA Sederajat di Sumbar Kembali Lakukan PJJ