HK Klaim Desain Tol Padang-Sicincin dengan Kontruksi Ramah Lingkungan

Langgam.id - Wagub Sumbar, Audy Joinaldy menyebutkan, pembebasan lahan untuk jalan Tol Padang-Sicincin sudah mencapai 93,17 persen.

Progres Pebangunan Tol Padang-Sicincin. [Foto: Dok. Hutama Karya]

Langgam.id – Manajemen PT Hutama Karya mengklaim desain jalan tol Padang-Sicincin dibuat dengan kontruksi yang ramah lingkungan, sehingga menjaga ekosistem alam.

Jalan tol Padang – Sicincin nantinya juga memiliki mainroad sepanjang 36,6 km, dengan jumlah lajur 2×2 lajur dan kecepatan rencana 80 km/jam. Untuk kelengkapan struktur, nantinya akan dilengkapi 16 main bridge, 2 (dua) overpass dan 2 (dua) gerbang tol dan fasilitas.

Dalam rilis HK, pada tol ini nantinya juga akan dilengkapi infrastruktur pendukung 2 (dua) rest area di sisi kiri dan kanan pada STA 23+000, yang dapat menjadi tempat istirahat bagi pengguna jalan tol.

Dalam pembangunanya, Hutama Karya mengusung konsep konstruksi berwawasan lingkungan salah satunya pengaplikasian greenery plan atau penghijauan di sisi kiri dan kanan jalan tol dalam Right of Way (RoW). Ini bukan yang pertama diterapkan oleh Hutama Karya khususnya pada jalan tol.

Hutama Karya juga menjadi pioneer dalam pengembangan infrastruktur yang memastikan keberlanjutan lingkungan seperti kehadiran terowongan perlintasan gajah di jalan tol Pekanbaru – Dumai yang kemudian menjadi rujukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk pengembangan infrastruktur di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit dalam kegiatan site visit bersama Tim pembangunan jalan tol Padang -Sicincin pada hari Sabtu (4/3) lalu.

“Sesuai arahan Bapak Menteri PUPR adalah harus tetap menjaga dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan sekitarnya serta memperhatikan nilai estetika dengan landscaping yang bagus,” ujar Danang.

Lebih lanjut Kepala BPJT Danang Parikesit juga terus mendukung penyelesaian pembangunan jalan tol ini agar dapat difungsionalkan pada mudik lebaran maupun nataru tahun depan. Jika tersambung, jalan tol ini juga memiliki sejumlah manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Contohnya seperti mempercepat distribusi dan menurunkan biaya logistik barang ataupun jasa dalam rangka mendukung perekonomian Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, jalan tol yang dikelilingi pesona alam perbukitan ini juga diharapkan dapat mendukung dari sektor pariwisata dari dan menuju Provinsi Sumatera Barat yang dikenal kaya akan budaya.

Adapun, pengerjaan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) terus digenjot oleh PT Hutama Karya (Persero), salah satunya mempercepat penyelesaian Jalan Tol Pekanbaru – Padang seksi 1 (Padang – Sicincin), bagian dari koridor pendukung yang nantinya akan meningkatkan konektivitas antar wilayah yaitu Provinsi Riau dengan Sumatra Barat.

Direktur Operasi III Koentjoro mengatakan, setelah mendapatkan dukungan dari stakeholder untuk pengadaan lahan, Hutama Karya memastikan kelanjutan proyek Jalan Tol Padang -Sicincin.

“Kami mengapresiasi dukungan para stakeholder terhadap akselerasi pengadaan lahan sehingga pembangunan dapat segera dilakukan. Sebagai langkah percepatan, Hutama Karya mengimplementasikan digitalisasi konstruksi diantaranya pada metode ‘perbaikan tanah lunak’ maupun ‘perlindungan lereng galian dalam’ agar proyek jalan tol dapat selesai tepat mutu dan waktu,” ujar Koentjoro.

Lebih lanjut Koentjoro menambahkan progres konstruksi hingga saat ini mencapai 32,11% dan pengadaan lahan 84,58%, dengan target penyelesaian pada triwulan II tahun 2024.

Dikutip dari Tempo.co pada Senin (23/1) lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan peningkatan infrastruktur seperti JTTS memegang peranan penting agar Indonesia dapat bersaing dengan negara lain.

“Kemajuan infrastruktur tentu buah dari sinergitas banyak pihak termasuk Kementerian PUPR, kami secara intens berkomunikasi untuk mengawal progres dari pembangunan JTTS.” ujar Erick.

Hingga saat ini, Hutama Karya juga masih mengerjakan sejumlah ruas JTTS lainnya seperti

Jalan Tol Sigli – Banda Aceh seksi 1, 5 dan 6, Jalan Tol Binjai Langsa seksi Binjai – Pangkalan Brandan, Jalan Tol Indrapura – Kisaran, Jalan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, Jalan Tol Pekanbaru – Padang seksi Bangkinang – Pangkalan Tahap 1

(Bangkinang – Koto Kampar) dan Jalan Tol Simpang Indralaya – Muara Enim seksi Simpang Indralaya – Prabumulih. (*/FS)

Baca Juga

Kepulangan jemaah haji 2026 kloter 3 Padang.
Istitaah Kesehatan Jemaah Haji Diperketat 2027, Punya Penyakit Kronis Tidak Diberangkatkan
7 Jam Putus Akibat Longsor, Lalu Lintas di Lembah Anai Kembali Normal
7 Jam Putus Akibat Longsor, Lalu Lintas di Lembah Anai Kembali Normal
Jalur Lembah Anai Longsor Lagi, Padang-Bukittinggi Putus Total Malam Ini
Jalur Lembah Anai Longsor Lagi, Padang-Bukittinggi Putus Total Malam Ini
Petugas membersihkan material longsor di Silaiang, Padang Panjang, Rabu (29/7/2026).
Longsor di Lembah Anai, Arus Lalu Lintas Ditutup Sementara
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin. [foto: Irwanda Saputra]
Dugaan Kekerasan Seksual Polwan, Perwira AKBP Terduga Pelaku Batal Dilantik Jadi Kabid Dokkes Polda Sumbar 
Viral Tambang Ilegal di Galugua, Polisi: Setiap ke TKP Tidak Ada Orang 
Viral Tambang Ilegal di Galugua, Polisi: Setiap ke TKP Tidak Ada Orang