Hendri Septa Jabarkan Upaya Pemko Padang Hadapi Bencana

Hendri Septa Jabarkan Upaya Pemko Padang Hadapi Bencana

Wako Padang Hendri Septa jabarkan upaya atasi bencana. (Foto: Diskominfo)

Langgam.id– Wali Kota Padang Hendri Septa menjabarkan upaya Kota Padang dalam bertahan dan menghadapi bencana selama 14 tahun terakhir. Hal itu dijabarkannya di depan peserta International Conference on Disaster Mitigation and Management (ICDMM), di Gedung Youth Center, Jumat, (29/9/2023) lalu.

“Negara kita, khususnya Kota Padang juga kerap mengalami bencana gempa seperti di Jepang. Bencana gempa paling dahsyat 14 tahun terakhir pada 30 September 2009 sempat melanda Padang,” katanya dilansir dari laman resmi Pemko, Minggu (1/10/2023).

Gempa berkekuatan 7,9 SR itu menewaskan 383 orang, 431 orang mengalami luka berat, 771 luka ringan. Tidak hanya itu, puluhan bangunan juga mengalami kerusakan sedang hingga berat.

“Dengan kejadian itu, Padang merencanakan berbagai program penanggulangan bencana. Misalnya perencanaan pemindahan populasi atau penduduk ke daerah pusat Kota Padang yang diperkiraan aman dari tsunami,” ujarnya dalam konferensi internasional bertajuk ‘Predicted and Unpredicted Disaster’ itu.

Kemudian, Hendri Septa menyampaikan Kota Padang punya potensi bencana alam yang sangat banyak. Selama 14 tahun terakhir Kota Padang juga sering terjadi banjir, umumnya disebabkan pasang air laut yang naik kemudian curah hujan yang tinggi.

“Kita juga menyadari potensi megathrust yang ada di Mentawai juga ancaman bagi Kota Padang. Sebab itu, Pemko Padang dalam BPDB sudah mempunyai beberapa shelter aktif yang mampu menampung ratusan bahkan ribuan orang dan tersebar di sepanjang pesisir Pantai Padang,” imbuhnya.

Saat ini sebut Hendri, di seluruh Kota Padang sudah tersebar 25 unit rambu-rambu peringatan, batas perkiraan aman tsunami, serta papan informasi sebanyak 20 unit. Ia juga memuji kesiapan dan kewaspadaan masyarakat Kota Padang akan ancaman ini.

“Kesiapan masyarakat Kota Padang dalam evakuasi mandiri sudah sangat baik, salah satunya saat gempa yang berpusat di Mentawai saat lebaran (23/4/2023) lalu,” sambungnya.

Sebab itu, ujar Hendri di hadapan delegasi internasional yang mengikut kegiatan secara hybrid, Padang memperoleh dua prestasi dari UNESCO yaitu Tsunami Ready Community melalui Kelurahan Purus dan Lolong Belanti.

“Melalui kegiatan ini kita harap dapat pengetahuan lanjut, belajar, dan berbagi dengan berbagai negara mengenai bagaimana dan apa yang harus dilakukan ketika bencana yang diprediksi dan tidak terprediksi terjadi,” tutupnya.

Kemudian, The Chairman of ICDMM Prof Abdul Hakam menyampaikan, dengan konferensi ini harapannya semua delegasi dari berbagai negara dapat berbagi pengetahuan. Tujuannya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik kendati bencana yang diprediksi ataupun tidak terprediksi terjadi.

Hadir juga dalam agenda itu, Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar, Kepala Bappeda Kota Padang Yenni Yuliza, dan Kepala OPD Pemko Padang. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Penasihat klub Semen Padang FC yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade
Semen Padang FC Bakal Beli Striker dari Liga India 
Menko Polhukam Sambangi Salareh Aia
Menko Polhukam Sambangi Salareh Aia
Tiga koridor Trans Padang, yaitu koridor 2, koridor 4 dan koridor 5, mengalami perubahan rute mulai Rabu (7/1/2025).
Koridor 2, 4 dan 5 Trans Padang Berubah Rute Mulai 7 Januari
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy bersama Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani meresmikan sekaligus membuka pelayanan Samsat Nagari Samnag
Optimalkan Penerimaan Daerah, Samsat Nagari Hadir di Sungai Rumbai Dharmasraya
6 Korban Galodo Tanpa Identitas Dimakamkan di TPU Sungai Jariang
6 Korban Galodo Tanpa Identitas Dimakamkan di TPU Sungai Jariang
Yogi Yolanda Dilantik jadi Ketua DPC PDI-P Agam di Antara Tenda Bencana
Yogi Yolanda Dilantik jadi Ketua DPC PDI-P Agam di Antara Tenda Bencana