Gaji dan BPJS Tak Dibayarkan, Karyawan PT. Inkud Agritama Adukan ke Bupati Pasaman Barat

Gaji dan BPJS Tak Dibayarkan, Karyawan PT. Inkud Agritama Adukan ke Bupati Pasaman Barat

Hak tak dibayarkan perusahaan, ratusan karyawan PT. Inkud Agritama datangi kantor Bupati Passaman Barat (Foto: Iyan/Langgam.id)

Langgam.id – Ratusan karyawan PT. Inkud Agritama mendatangi kantor Bupati Pasaman Barat, mereka menuntut agar Pemerintah Daerah (Pemda) membantu menyelesaikan persoalan gaji dan iuran Badan Peneyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang tidak dibayarkan perusahaan.

Diketahui, gaji sekira 150 orang karyawan PT. Inkud Agritama sudah sepuluh bulan tidak diyarkan, lalu iuaran BPJS juga tidak ditanggung perusahaan sejak 2017 lalu.

Tidak hanya itu, mereka juga menuntut agar perusahaan mengganti rugi biaya berobat karyawan dan keluarga yang ditanggung secara pribadi sejak BPJS dinon aktifkan. Lalu, mereka juga meminta menyelesaikan persoalan gaji yang tidak disesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR) sejak 2017 lalu.

Koordinator Aksi, Antoni menyebutkan, sudah berbagai cara dilaukan untuk menyelesaikan persoaln tersebut. Bahkan, katanya, karyawan sudah menunggu agar maslah itu dapat dituntaskan sejak dua tahun belakngan.

Sebelumnya, menurut Antoni, pihaknya juga sudah mengadu ke Pemda dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman Barat.

“Sudah 10 bulan gaji karyawan tidak dibayarkan perusahaan. Bahkan, ada rumah karyawan yang sudah disegel bank. Kami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Rabu (18/12/2019).

Menanggapi hal itu, Bupati Pasaman Barat, Yulianto mengatakan, akan mengakomodir seluruh tuntutan masyarakat. Ia juga berjanji dalam waktu dekat akan memanggil pihak perusahaan. “Kita bersama masyarakat dan kita berupaya memperjuangkan hak karyawan sesuai tuntunan dan berdasarkan aturan yang ada,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Yulianto mengaku akan memberikan perhatian khusus terhadap masalah tersebut. Bahkan, dalam waktu dekat akan diselesaikan, karena menyankut hajat hidup orang banyak.

“Kami akan usahakan mencari solusi dari semua item yang diadukan masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Wakapolres Pasbar, Kompol Albert Zai mengapresiasi aksi karyawan yang tertib. Selama aksi dan perjalanan dari titik kumpul, peserta aksi bisa patuh aturan dan menyampaikan pendapat atau keluhan mereka secara tertata dan sopan.

“Masalah ini harus diselesaikan secara kekeluargaan, harus ada keterlibatan dari Pemda sehingga mendapatkan kesepakatan yang baik,” ujarnya.

Diketahui, PT. Inkud Agritama mengalami defisit anggaran sejak 2017. Mereka sudah berulang kali melaporkan ke pimpinan di Jakarta. Namun, tidak ditanggapi. Pihak perusahan juga meminta agar karyawan dapat bersabar hingga Januari 2020. (Iyan/ZE)

Tag:

Baca Juga

Produksi padi Sumbar pada 2023 lalu mencapai 1.457.502,44 ton. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan 2022 lalu yaitu 1.373.532,19 ton.
Dari Lumpur Galodo ke Hamparan Padi: Menguji Ketahanan Pangan Sumatera Barat
Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Siklus Hidup, Pemko Padang Gandeng Kecamatan hingga Kader Posyandu
Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Siklus Hidup, Pemko Padang Gandeng Kecamatan hingga Kader Posyandu
Meski sempat diguyur hujan beberapa hari yang lalu, namun saat ini kondisi Kota Padang kembali diselimuti kabut tebal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebu
Sempat Membaik, Kabut Asap Kembali Selimuti Sejumlah Daerah di Dharmasraya
Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Perkim LH Padang Panjang, Jeff Raymoon mengatakan bahwa saat ini kabut asap di Padang Panjang
Hotspot di Dharmasraya Terpantau Nihil, Kabut Asap Diduga Kiriman dari Daerah Lain
Pemko Padang Tegaskan Komitmen Penuhi Hak Warga Lewat P5HAM
Pemko Padang Tegaskan Komitmen Penuhi Hak Warga Lewat P5HAM
5 Tuntutan LBH Padang ke Polda Sumbar, dari UU TPKS hingga Perlindungan Korban
5 Tuntutan LBH Padang ke Polda Sumbar, dari UU TPKS hingga Perlindungan Korban