Fokus Bagikan Sembako, Personel Polisi di Padang Ditarik dari Lokasi Check Point

Personel Polisi di Padang Ditarik dari Lokasi Check Point

Lokasi Check Point di perbatasan Kota Padang, Sumatra Barat (Foto: Istimewa)

Langgam.id – Sejumlah personel kepolisian yang berada di lokasi pemeriksaan (Check Point) Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) ditarik oleh satuan wilayah masing-masing dan difokuskan untuk membagikan sembako kepada masyarakat.

Penarikan personel kepolisian tersebut juga dibenarkan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setiano. Menurutnya, penarikan personel dari lokasi Check Point itu khusus di Kota Padang, karena anggota dipersiapkan untuk membagikan bahan sembako kepada masyarakat terdampak Virus Corona (Covid-19).

“Para anggota akan fokus untuk membagikan sembako secara door to door ke rumah-rumah masyarakat. Makanya mereka ditarik dari lokasi Check Point beberapa hari ini, karena terlalu banyak door to doornya,” ujar Satake Bayu saat dihubungi Langgam.id, Rabu (22/4/2020).

Dijelaskan Satake Bayu, personel yang ditarik hanya di satuan wilayah Polresta Padang. Namun, rincian jumlah personel yang terlibat sebelumnya dalam pemeriksaan di lokasi Check Point, ia tidak mengetahui secara rinci.

“Kalau untuk Polda Sumbar ada tambahan 800 personel, ini di luar personel yang terlibat dalam Operasi Aman Nusa II. Kalau personel Polresta Padang, saya belum dapat jumlahnya,” jelasnya.

Ditegaskannya, penarikan personel dari lokasi Check Point hanya berlaku di Kota Padang, sementara di kabupaten dan kota lain masih berjalan. “Yang ditarik hanya di Padang, karena ada pembagian nasi bungkus kepada masyarakat, sampai kapan, kita lihat penyampaian Kapolres-nya,” ucap Satake Bayu.

Seperti diketahui, saat pelaksanaan PSBB, Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah menyiapkan 22 titik pemeriksaan (Check Point) bagi pengendara yang melanggar aturan. 7 Check Point terdapat di dalam kota dan 4 di wilayah perbatasan.

Selebihnya, Check Point berada di 11 kecamatan di Kota Padang. Selama PSBB berlangsung, masyarakat diminta mematuhi peraturan, salah satunya, wajib menggunakan masker dan dilarang berboncengan kalau tidak satu alamat. (Irwanda/ZE)

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre