PalantaLanggam – Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas bekerja sama dengan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Teknologi Pertanian Indonesia (FKPT-PTI) menyelenggarakan Seminar dan Rapat Kerja Tengah Tahun FKPT-PTI 2026 di Convention Hall Universitas Andalas, Padang. Mengusung tema “Penguatan Kurikulum dan Akreditasi Teknologi Pertanian untuk Mendukung Kesiapan Lulusan di Dunia Kerja”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas dan Dies Natalis ke-18 Fakultas Teknologi Pertanian.
Sekitar 115 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Universitas Andalas, IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Jember, Universitas Sriwijaya, Universitas Syiah Kuala, Universitas Lampung, Universitas Mataram, Universitas Bengkulu, Universitas Negeri Makassar, Universitas Sebelas Maret, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Papua, Universitas Mulawarman, Universitas Musamus, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Universitas Terbuka, serta sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya.
Forum ini dihadiri para dekan, ketua program studi, dosen, peneliti, dan perwakilan asosiasi profesi, sehingga menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring, berbagi praktik baik, serta merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi teknologi pertanian di Indonesia.
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Alfi Asben, M.Si., mengatakan seminar dan rapat kerja ini merupakan momentum penting untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi teknologi pertanian dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, penerapan Outcome-Based Education (OBE), serta sistem akreditasi terbaru dari LAM KPT-IP dan LAM Teknik.
“Melalui forum ini diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis dalam pengembangan kurikulum yang adaptif, peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan akreditasi program studi sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Selain seminar dan rapat kerja, kegiatan juga dirangkaikan dengan Lomba Inovasi Mahasiswa Teknologi Pertanian yang diikuti 92 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak sembilan tim berhasil melaju ke babak final. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Nagari Koto Tengah, Kabupaten Agam, yang merupakan kolaborasi FKPT-PTI, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, perguruan tinggi di Malaysia, dan Program Equity LPDP.
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., CA., CRGP., secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu merespons pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) melalui transformasi pada aspek pendidikan, penelitian, dan tata kelola institusi.
Menurutnya, pemanfaatan AI dalam pendidikan harus diarahkan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis mahasiswa, bukan sekadar menghasilkan jawaban instan. Kemampuan memanfaatkan AI secara tepat atau AI fluency kini menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di dunia kerja.
Pada bidang penelitian, AI dinilai mampu mempercepat proses analisis data, namun sivitas akademika tetap dituntut menjaga integritas ilmiah dengan menghindari plagiarisme serta mewaspadai fenomena AI hallucination. Sementara dalam tata kelola perguruan tinggi, transformasi menuju AI-driven University dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan akademik maupun administrasi.
Ketua Umum FKPT-PTI, Prof. Yusuf Hendrawan, S.TP., M.App.Life.Sc., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, mengapresiasi Universitas Andalas sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan. Menurutnya, forum FKPT-PTI bukan sekadar ajang silaturahmi antarpimpinan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat implementasi kerja sama yang berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Dalam rapat kerja, Prof. Yusuf menegaskan bahwa setiap nota kesepahaman (MoU) maupun perjanjian kerja sama (MoA) harus ditindaklanjuti menjadi implemented agreement melalui berbagai program konkret yang mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Bentuk kolaborasi yang didorong meliputi penyelenggaraan double degree, summer course, visiting lecturer, fast track, kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga pengabdian kepada masyarakat lintas perguruan tinggi. Ia juga menyampaikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai peluang studi lanjut bagi sivitas akademika perguruan tinggi anggota FKPT-PTI.
Menutup rangkaian pembukaan, panitia menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Andalas, para dekan, ketua program studi, pengurus FKPT-PTI, asosiasi profesi, mitra kerja sama, dan seluruh panitia yang telah mendukung terselenggaranya Seminar dan Rapat Kerja Tengah Tahun FKPT-PTI 2026.
Melalui kegiatan ini, FKPT-PTI bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi antarpenguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, peningkatan kualitas akreditasi, perluasan kolaborasi nasional dan internasional, serta menghasilkan lulusan teknologi pertanian yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital.






