Riset Dosen UNAND Temukan Gambir dan Buah Mangrove Berpotensi Jadi Pakan Ternak Ramah Lingkungan

Langgam.id – Penelitian dosen Departemen Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas (UNAND), Dr. Ir. Roni Pazla, S.Pt., M.P., IPM., ASEAN Eng., mengungkap potensi dua komoditas lokal Indonesia, yakni gambir (Uncaria gambir) dan buah mangrove (Sonneratia alba), sebagai bahan aditif pakan alami yang mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan protein pada ternak ruminansia sekaligus menekan emisi gas metana.

Riset tersebut menunjukkan kombinasi ekstrak gambir dan buah mangrove dapat menjadi alternatif inovasi pakan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Temuan ini dinilai membuka peluang pemanfaatan kekayaan hayati Indonesia untuk mendukung produktivitas peternakan sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca.

Roni Pazla menjelaskan, ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba mengandalkan mikroorganisme di dalam rumen untuk mencerna hijauan dan pakan berserat. Namun, proses fermentasi di dalam rumen sering menyebabkan protein pakan terurai terlalu cepat menjadi amonia sehingga sebagian nitrogen terbuang. Di sisi lain, fermentasi tersebut juga menghasilkan gas metana yang menyebabkan hilangnya energi pakan dan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.

Melalui pengujian laboratorium menggunakan cairan rumen (in vitro), tim peneliti mengevaluasi kombinasi ekstrak gambir dan buah mangrove sebagai sumber tanin alami.

“Tanin diketahui mampu melindungi protein agar tidak cepat terdegradasi di rumen serta memengaruhi aktivitas mikroorganisme penghasil metana apabila diberikan pada dosis yang tepat,” ujar Roni, dikutip Kamis (30/7/2026).

Dalam penelitian tersebut, tim menguji sembilan kombinasi perlakuan yang terdiri atas tiga tingkat ekstrak gambir, yakni 0 persen, 0,75 persen, dan 1,5 persen, serta tiga tingkat ekstrak buah mangrove dengan dosis yang sama. Pakan dasar yang digunakan terdiri atas jerami padi amoniasi, Indigofera zollingeriana, jagung, dedak, ampas tahu, dan mineral.

Hasil penelitian menunjukkan kombinasi 0,75 persen ekstrak gambir dan 1,5 persen ekstrak buah mangrove memberikan hasil paling optimal. Perlakuan tersebut mampu menurunkan pembentukan amonia hingga 17,92 persen, meningkatkan kecernaan protein sekitar 6,88 persen, serta menekan produksi gas metana hingga 47,58 persen dibandingkan pakan tanpa penambahan ekstrak.

Menariknya, penurunan produksi metana tidak mengganggu proses fermentasi di dalam rumen. Tingkat keasaman rumen tetap berada pada kisaran normal sehingga proses pencernaan berlangsung stabil dan efisiensi pemanfaatan nutrien tetap terjaga.

Menurut Roni, hasil tersebut menunjukkan sumber daya hayati lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku pakan ternak yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Meski demikian, ia menegaskan penelitian ini masih berada pada tahap laboratorium sehingga belum dapat langsung diterapkan secara luas di lapangan. Pengujian lebih lanjut pada ternak hidup masih diperlukan untuk memastikan efektivitas, keamanan penggunaan jangka panjang, serta dampaknya terhadap produktivitas ternak.

“Penelitian ini menjadi landasan ilmiah dalam pengembangan pakan berbasis bahan lokal. Dengan kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia, pemanfaatan gambir dan buah mangrove berpotensi mendukung kemandirian pakan nasional sekaligus menjadi salah satu strategi alami dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor peternakan,” katanya.

Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program EQUITY berdasarkan Kontrak Nomor 4304/B3/DT.03.08/2025. (HER)

Tag:

Baca Juga

Ribuan Peserta Ikuti UNANDRun dan Jalan Sehat di Kampus Limau Manis
Ribuan Peserta Ikuti UNANDRun dan Jalan Sehat di Kampus Limau Manis
Siswa SD Telkom Belajar Teknologi Pertanian di UNAND, dari Robot hingga Hidroponik
Siswa SD Telkom Belajar Teknologi Pertanian di UNAND, dari Robot hingga Hidroponik
UNAND Gelar ICSAB 2026, Dorong Inovasi Pertanian Cerdas untuk Ketahanan Pangan
UNAND Gelar ICSAB 2026, Dorong Inovasi Pertanian Cerdas untuk Ketahanan Pangan
UNAND Tuan Rumah Forum Penjaminan Mutu, 20 Perguruan Tinggi Saling Berbagi Pengalaman
UNAND Tuan Rumah Forum Penjaminan Mutu, 20 Perguruan Tinggi Saling Berbagi Pengalaman
UNAND Dorong Perempuan Jadi Penggerak Kesiapsiagaan Bencana dari Lingkungan Keluarga
UNAND Dorong Perempuan Jadi Penggerak Kesiapsiagaan Bencana dari Lingkungan Keluarga
Pemerintah Siapkan Rp115 Miliar Pulihkan 38.507 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
Pemerintah Siapkan Rp115 Miliar Pulihkan 38.507 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar