DPRD Pasaman Barat Alihkan Dana Pokir Rp6 Miliar untuk Penanggulangan Corona

DPRD Pasaman Barat Alihkan Dana Pokir Rp6 Miliar untuk Penanggulangan Corona

Ketua DPRD Pasaman Barat, Farizal Afni bersama Wakil Ketua, Hendra Yama Putra (Foto: Iyan/Langgam.id)

Langgam.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat mengalihkan Dana Pokok Pikiran (Pokir) sebanyak Rp6 miliar untuk penanggulangan wabah Virus Corona (Covid-19) di daerah itu.

Dana itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembelian Alat Pelindung Diri (APD) serta biaya lainnya dalam menanggulangi Virus Corona.

Ketua DPRD Pasaman Barat, Farizal Afni menyebutkan, masing-masing anggota DPRD Pasaman Barat mengalokasikan dana sebanyak Rp150 juta.

“Kami (anggota DPRD Pasaman Barat) ada sebanyak 40 orang dan sudah sepakat untuk mengalihkan Dana Pokir tersebut untuk membantu masyarakat,” ujarnya kepada Langgam.id, Selasa (7/4/2020).

Sebenarnya, kaya Afni, Dana Pokir itu diperuntukkan untuk pembangunan fisik. Namun, karena adanya wabah Virus Corona, maka anggota DPRD Pasaman Barat sepakat untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi wabah tersebut.

Ia berharap, pengalihan dana itu bisa tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam penanganan pencegahan Covid-19.

“Kami siap bersama pemerintah untuk melawan Covid-19. Bahkan, beberapa kebijakan sudah diambil sebagai langkah percepatan,” ungkapnya.

Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III itu juga meminta agar pemerintah bisa mempergunakan anggaran tersebut dengan sebaik mungkin. Termasuk saat pembelian hingga proses distribusi kepada masyarakat atau penggunaan dalam pencegahan Covid-19.

“Harus tepat sasaran dan efektif,” tegasnya.

Meskipun demikian, katanya, DPRD Pasaman Barat akan tetap mengawal terkait penggunaan dana tersebut. “Kita akan kawal penggunaan anggaran ini dan kita berharap pemerintah cepat dan tanggap dalam pencegahan Covid-19,” katanya. (Iyan/ZE)

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Hasil Lab Ada Bakteri Bacillus Cereus, Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasbar Berakhir Damai 
Hasil Lab Ada Bakteri Bacillus Cereus, Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasbar Berakhir Damai 
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu