DPR RI Bahas RUU Khusus Provinsi, Gubernur Sumbar Harap Akomodir Batas Wilayah

dpr-ri-bahas-ruu-khusus-provinsi-gubernur-sumbar-harap-akomodir-batas-wilayah

Kunker Panja Komisi II DPR RI ke Sumbar. [Foto: MC Prov Sumbar]

Langgam.id – Panitia kerja (Panja) Komisi II DPR RI membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Sumbar, Riau dan Jambi di Auditorium Gubernuran, Kamis (16/06/2022). Gubernur berharap undang-undang itu juga mengakomodir batas wilayah.

Pembahasan digelar dalam rangka kunjungan kerja Panja Komisi II DPR RI ke Sumbar. Undang-undang tersebut diharapkan dapat menjadi dasar hukum pembangunan di Provinsi Sumbar ke depannya.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan, dalam setahun ini, Komisi II DPR RI sedang melakukan penertiban administrasi undang-undang provinsi. Provinsi yang memiliki aturan khusus, diharapkan menjadikannya sebagai inspirasi mewujudkan visi kedepan.

Sekarang pihaknya sedang menggarap undang-undang khusus untuk 5 provinsi di Indonesia. Yakni, Provinsi Sumbar, Riau, Jambi, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kedepan kita akan bahas seperti Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Maluku, dan Bali,” katanya.

Sebelumnya, telah dirampungkan RUU 4 provinsi yang ada di Sulawesi. Sekaligus, provinsi yang dijadikan patokan rancangan sekarang.

Provinsi itu, yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara. Kemudian di Kalimantan, ada 3 provinsi, Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

“Semoga dapat menjadi dasar hukum pembangunan dengan mempehatikan potensi budaya-budaya dan niai-nilai yang sudah hidup di masyarakat Sumbar,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Gubernur Mahyeldi mengatakan, pada tahun 1958 terdapat undang-undang khusus yang mengatur Sumbar. Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang (UU) No. 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat dan No.19 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah Swatrantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau.

Undang-undang itu menjadi dasar pembentukan Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi dan Provinsi Riau sebagai sebuah daerah otonom.

Baca Juga: Anggota DPR RI Dorong Pendirian Rumah Tahfiz di Pesisir Selatan

Mahyeldi berharap, undang-undang yang dirancang sekarang mengakomodir batas-batas wilayah Provinsi Sumbar dengan provinsi tetangga, berdasarkan garis batas yang telah ditegaskan melalui peraturan Mentri Dalam Negeri.

Dapatkan update berita Sumatra Barat terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Djangan sekali-kali meninggalkan sedjarah! Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sedjarahnya sendiri. Dari sedjarah
Gala Adat dan Pertaruhan Marwah
Profil Riki Chandra, Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB yang Jadi Anggota KPID Sumbar
Profil Riki Chandra, Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB yang Jadi Anggota KPID Sumbar
Anggota KPID Sumbar Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Gubernur: Penjaga Etika Publik
Anggota KPID Sumbar Periode 2026–2029 Resmi Dilantik, Gubernur: Penjaga Etika Publik