Dosen UNP Beri Dukungan Psikososial untuk Anak di Hunian Sementara Katapiang

Langgam.id – Tawa dan keceriaan anak-anak kembali terdengar di hunian sementara Nagari Katapiang, Kabupaten Padang Pariaman. Sebanyak 30 anak sekolah dasar mengikuti kegiatan dukungan psikososial yang digelar dosen Program Studi Psikologi Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan dikemas melalui permainan tradisional dan berbagai aktivitas ekspresif. Selain menjadi ruang bermain bagi anak, kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu proses pemulihan dan memperkuat resiliensi anak setelah mengalami bencana.

Kegiatan itu merupakan bagian dari Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) melalui program “Implementasi Program Dukungan Psikososial Berbasis Permainan Tradisional dan Aktivitas Ekspresif untuk Penguatan Resiliensi Anak SD di Hunian Sementara Pasca Bencana”.

Program yang didanai melalui RKAT UNP tersebut dilaksanakan oleh tim Program Studi Psikologi UNP.

Bagi anak-anak yang tinggal di hunian sementara, dampak bencana tidak hanya berkaitan dengan perubahan tempat tinggal. Rutinitas, lingkungan bermain, hingga pola interaksi dengan teman sebaya juga ikut berubah.

Dalam kondisi tersebut, ruang untuk bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan diri menjadi bagian penting dalam proses pemulihan anak.

Melalui permainan tradisional, anak-anak diajak bermain secara berkelompok. Mereka belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengikuti aturan, menunggu giliran, sekaligus membangun interaksi positif dengan teman sebaya.

Sementara aktivitas ekspresif memberi kesempatan kepada anak untuk mengenali dan menyampaikan perasaan melalui cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka.

Ketua tim pelaksana, Devi Lusiria, S.Psi., M.Psi., mengatakan pendekatan berbasis permainan dipilih karena bermain merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak.

“Kami ingin dukungan psikososial ini hadir dengan cara yang dekat dengan anak. Bagi mereka, bermain adalah cara yang natural untuk berinteraksi, belajar, dan mengekspresikan apa yang dirasakan,” ujarnya.

Menurut Devi, permainan tradisional dan aktivitas ekspresif yang diberikan bukan sekadar hiburan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak untuk merasa nyaman, terhubung dengan teman sebaya, serta mengembangkan kemampuan dalam menghadapi situasi setelah bencana.

“Jadi, melalui permainan mereka tetap bisa mendapatkan pengalaman sosial dan emosional yang penting dalam proses pemulihan,” katanya.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi keilmuan psikologi dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam pelaksanaannya, Devi didampingi Wirza Feny Rahayu, M.Psi., Psikolog; Rahmadianti, S.Psi.I., M.A.; Putri Sukma Deri, M.Psi.; Izzanil Hidayati, M.A.; Silvi Juwita, S.Psi., M.Psi.; dan Iftita Rahmi, M.Psi.

Selain memberikan pengalaman bermain, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan alternatif aktivitas yang dapat dilanjutkan masyarakat di lingkungan hunian sementara.

Permainan tradisional dan aktivitas kreatif yang relatif mudah dilakukan diharapkan dapat menjadi bagian dari kegiatan anak sehari-hari, sehingga dukungan psikososial tidak berhenti ketika kegiatan UNP selesai.

Antusiasme anak-anak terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti permainan bersama teman-teman, tertawa, dan terlibat dalam aktivitas kreatif.

Salah seorang orangtua peserta mengatakan kegiatan seperti itu dibutuhkan anak-anak selama tinggal di hunian sementara.

“Anak-anak kelihatan senang sekali karena bisa bermain bersama teman-temannya. Selama tinggal di hunian sementara, mereka memang butuh kegiatan seperti ini. Bukan hanya supaya tidak bosan, tetapi supaya mereka punya kesempatan untuk bermain dan berinteraksi seperti biasanya,” ujarnya.

Salah seorang peserta juga mengaku senang mengikuti permainan yang disediakan.

“Aku paling suka main gobak sodor. Tadi seru karena ada banyak permainan. Aku juga senang bisa mencoba melukis,” katanya.

Melalui PIPN, dosen Program Studi Psikologi UNP berupaya menghadirkan dukungan psikososial yang sesuai dengan dunia anak di tengah proses pemulihan pascabencana.

Permainan tradisional dan aktivitas ekspresif menjadi medium untuk menjaga ruang bermain, interaksi, dan ekspresi anak tetap hidup di tengah perubahan kehidupan mereka.

Bagi anak-anak di hunian sementara, tawa mungkin terlihat sederhana. Namun, kesempatan untuk bermain, berinteraksi, dan merasa aman merupakan bagian penting dari perjalanan mereka untuk kembali tumbuh dan membangun kekuatan setelah bencana. (HER)

Tag:

Baca Juga

Riset UNP-UPSI Malaysia Kaji Kaitan Kemampuan Motorik Anak dengan Matematika
Riset UNP-UPSI Malaysia Kaji Kaitan Kemampuan Motorik Anak dengan Matematika
Wisuda ke-145: UNP Lepas 2.629 Wisudawan, Prosesi Digelar 3 Hari
Wisuda ke-145: UNP Lepas 2.629 Wisudawan, Prosesi Digelar 3 Hari
Bekali Wisudawan ke-145, UNP Gandeng NVIDIA Indonesia
Bekali Wisudawan ke-145, UNP Gandeng NVIDIA Indonesia
Dosen UNP Bekali Warga Nagari Anduriang Hadapi Risiko Bencana
Dosen UNP Bekali Warga Nagari Anduriang Hadapi Risiko Bencana
Pertukaran Dosen dan Mahasiswa, UNP Jalin Kerja Sama dengan USIM Malaysia
Pertukaran Dosen dan Mahasiswa, UNP Jalin Kerja Sama dengan USIM Malaysia
100 Pelaku Usaha Kuliner Sumbar Ikuti Program MASAMO 2026 di UNP
100 Pelaku Usaha Kuliner Sumbar Ikuti Program MASAMO 2026 di UNP