Departemen Antropologi se Indonesia Bahas Dampak Teknologi Digital Terhadap Kebudayaan

Departemen Antropologi se Indonesia Bahas Dampak Teknologi Digital Terhadap Kebudayaan

Unand tuan rumah seminar dan tapat kerja Departemen Antropologi se Indonesia. (Foto: Humas Unand)

Langgam.id - Merespon perubahan sosial masyarakat yang semakin gayut dengan dunia digital, Antropologi sebagai bidang ilmu dituntut untuk beradaptasi atas berbagai perubahan tersebut.

Hal itu, diungkapkan langsung oleh ketua Panitia Dr. Sri Setiawati, MA pada Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Departemen atau Jurusan Antropologi Seluruh Indonesia (ADJASI) yang mengusung tema Kebudayaan dan Digital, yang dihadiri perwakilan departemen dan Prodi Antropologi dari berbagai universitas di Indonesia.

Beberapa delegasi universitas yang hadir di antaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan, Universitas Malikusaleh, UGM, Airlangga, Udayana, Universitas Brawijaya, Universitas Cendrawasih, Universitas Papua, Universitas Samratulangi, Universitas Hasanuddin dan lainnya. 

Menghadirkan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid, Ph. D sebagai Keynote Speaker dan tiga pembicara dari tiga universitas ternama di Indonesia yakni Prof. Irwan Abdullah (Universitas Gadjah Mada), Dr. Tasrifin Tahara (Universitas Hasanuddin), Prof. Nursyirwan Effendi dan Prof. Erwin (Universitas Andalas).

Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong akademisi dan peniliti dalam mengembangkan bidang kajiannya, mendesiminasikan temuan dan mempublikasikan hasil penelitiannya, serta mendukung pengayaan paradigma dan metodelogis pada bidang keilmuan antropologi.

Sementara itu, Dirjen Kebudayaan mengungkapkan ada tantangan tersendiri ketika mempelajari dunia digital yang saat ini, karena begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia yakin setiap orang terhubung dua (2) atau lebih perangkat digital seperti smartphone, komputer, smarttv, laptop yang semua itu membuat orang immerse ke dalam dunia digital.

“Namun, saat besamaan pengetahuan kita terhadap dunia digital secara teknis masih terbatas, dan ini penting upaya untuk mengenalkan kebudayaan dunia digital itu sendiri,” katanya.

Menurutnya, ada 212 juta masyarakat terhubung dengan internet, medsos 167 juta penguna dari berbagai platform seperti facebook, instagram, WA artinya saat ini setiap orang bisa mengikuti perkembangan yang terjadi betul-betul realtime.

Di samping itu, ia menyampaikan lebih dari 34 persen remaja memiliki masalah mental, sebagian sudah pada taraf gangguan mental dan ini merupakan dampak teknologi digital terhadap kehidupan sosial budaya.

Problem saat ini, dikatakannya kita belum punya mekanisme yang handal untuk menangani masalah ini semua. Lebih lanjut, Hilmar mengungkapkan dari 34 % itu hanya 2,6 % yang mendapatkan layanan konseling padahal masalah ini terus bertambah setiap harinya tetapi belum punya mekanisme yang efektif untuk menangani persoalan yang muncul.

Berhadapan dengan sesuatu soal yang sangat serius, Ia berharap seminar ini bisa membahas lebih mendalam, membuka percakapan terkait langkah-langkah strategis.

Hilmar mencoba berkontribusi dengan menyampaikan beberapa list strategi kebudayaan diantaranya perlu ada Pendidikan universal terhadap teknologi digital, termasuk literasi media menghadapi hoax, propaganda dan disinformasi.

Lalu, pengakuan dan pelestarian budaya lokal, dokumentasi dan perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan teknologi etis, komunitas dan dukungan sosial, serta kesehatan mental.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri menyampaikan pengembangan substansi keilmuan bidang antropologi itu adalah bahagian yang secara akademik merupakan tanggung jawab bersama.

Selain itu, ia juga mengungkapkan ada satu tantangan yang dirasakan terutama dari kalangan perguruan tinggi yang menerima mahasiswa dari berbagai jalur khususnya Departemen atau Prodi Antropologi.

“Melalui kurikulum merdeka siswa tidak lagi diukur kompetensinya terkait apa yang dipelarinya ketika di SMA atau sederajat, mereka tidak lagi terikat jurusan IPS mesti memilih Soshum akan tetapi boleh lintas jurusan yang dikenal dengan merdeka bertanggung jawab,” katanya. (*/Fs)

Tag:

Baca Juga

Kenalkan Program 'Kembali ke Surau', Hendri Septa Ingin Lanjutkan Pembinaan Karakter Siswa Pasca Ramadan
Kenalkan Program 'Kembali ke Surau', Hendri Septa Ingin Lanjutkan Pembinaan Karakter Siswa Pasca Ramadan
Sekda Dharmasraya, Adlisman menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah turut membantu kesuksesan penyelenggaraan kegiatan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 1445
Kegiatan Ramadan Berjalan Sukses, Sekda Dharmasraya Ucapkan Terima Kasih
Dua pelaku pencurian yang pada medio Maret 2024 lalu berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Payakumbuh pada Senin (15/4/2024) sekitar pukul
Kupak Rumah Warga, Dua Pria Diringkus Polres Payakumbuh
Sekda Dharmasraya, Adlisman mengatakan akan menindak tegas PNS yang tidak mengikuti Apel Gabungan ataupun tidak masuk di hari pertama kerja.
Pemkab Dharmasraya Tindak Tegas PNS yang Tak Hadir di Hari Pertama Kerja Pascalebaran
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah OPD Pemprov Sumatra Barat usai libur Lebaran 1445
Pascalibur Lebaran, Tingkat Kehadiran Pegawai Pemprov Sumbar 98 Persen
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman, memprakirakan kondisi cuaca sepekan ke depan di Sumatra Barat akan diwarnai
BMKG Prakirakan Sumbar Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir Sepekan ke Depan