Data Dinkes: 101 Anak di Kota Padang Positif Campak Tahun Ini

Langgam.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 101 anak positif terpapar penyakit campak.

Ilustrasi. [Foto: pixabay.com]

Langgam.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) mencatat sebanyak 101 anak positif terpapar penyakit campak, kasus itu tersebar di sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Sumbar tersebut.

Kepala Dinkes Kota Padang, Srikurnia Yati mengatakan, sejak awal Januari hingga Juli 2022, terdapat 101 anak di Kota Padang positif terpapar penyakit campak. Jumlah kasus itu diperoleh dari 276 kasus yang ditemukan pada anak dengan gejala klinis yang sama.

“Sebanyak 101 kasus tersebut tersebar di delapan kelurahan, di antaranya Korong Gadang, Balai Gadang, Pondok, Bungkus, Kuranji dan Air Tawar Timur,” ujar Srikurnia kepada awak media di Balai Kota Padang, Kamis (28/7/2022).

Ia menjelaskan, dalam upaya pencegahan penularan penyakit campak tersebut, Dinkes Kota Padang telah melakukan sebagaimana yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Sejak bulan Mei hingga Agustus, Dinkes Padang telah melakukan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk vaksinasi Campak dan Rubella (MR). “Jumlah tersebut berbanding lurus karena masih rendahnya capaian imunisasi MR terhadap anak,” ungkapnya.

Srikurnia menjelaskan, ada empat sasaran kelompok anak yang akan diimunisasi. Pertama, usia 9-59 bulan dengan sasaran 29.956 sementara capaiannya 7.734 atau 26 persen. Kedua, usia 5-7 tahun, jumlah sasaran 14.515 sementara capaiannya 1.606 atau 11 persen.

Ketiga, usia 7-12 tahun, dengan sasaran 82.735,  sementara capaiannya 21.716, atau 26 persen. Keempat usia 12-15 tahun,  sasarannya 39.440, sementara capaiannya 5.284 atau 13 persen.

Baca juga: Gubernur Sumbar Ubah Cara Vaksinasi Covid-19, Petugas Bakal Datangi Warga

“Penyakit campak ini dampaknya bisa memicu kematian. Jadi kita imbau orang tua mengantar anaknya ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan imunisasi,” katanya.

Dia menyebutkan, tujuan imunisasi MR ini adalah untuk mencapai kekebalan kelompok pada anak dan terhindar dari penyakit campak.

Dapatkan update berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
5 Fakta Heboh Rombongan Berfoto di Sitinjau Lauik, Arteria Dahlan Bungkam hingga Kapolres Solok Kota Minta Maaf
Setubuhi Anak Bawah Umur, Pria di Sawahlunto Ditangkap Polisi
IRT Curi HP dan Uang Kasir Gudang Rongsokan di Padang, Ditangkap Polisi Bareng Penadah
Eksekusi pengosongan lahan untuk pembangunan flyover Sitinjau Lauik masih menyisakan polemik. (Dok. Langgam.id / Irwanda S)
Polemik Eksekusi Lahan Flyover Sitinjau Lauik, Kuasa Hukum Kaum Suku Jambak Sebut Potensi Cacat Hukum
Mantan Anggota DPR RI, Arteria Dahlan. (Dok. Istimewa)
Profil Arteria Dahlan yang Viral Berfoto di Sitinjau Lauik, Pernah Memaki Kemenag dan Sebut Emil Salim Sesat
Truk bermuatan semen terbalik di Sitinjau Lauik. (Dok. Polresta Padang)
Truk Bermuatan Semen Terbalik di Sitinjau Lauik, Dekat Lokasi Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
2 Personel Polres Solok Kota Diperiksa Propam, Buntut Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik