Dampak Asap Karhutla, Poliparu Catat Kenaikan Pasien Keluhkan Sesak Napas

Asap menyelimuti Kota Padang, Jumat (4/9/2026).

Asap menyelimuti Kota Padang, Jumat (4/9/2026).

Langgam.id – Sejumlah warga Kota Padang yang rentan penyakit paru mengalami sesak napas akibat terpapar asap kabut dari Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla.

Puluhan pasien paru kronis berobat ke salah satu poliparu di RSUD Rosyidin Kota Padang dengan keluhan sesak napas. 

“Siang ini di poli saya ada beberapa pasien yang kambuh sesak napasnya karena kabut asap. Hari ini jumlah pasien poli paru 30 orang, yang kambuh sesaknya karena kabut asap ada sekitar empat pasien,” ujar Dokter Spesialis Paru Dr. dr. Roni Permana, SpP. Subsp.PKL (K), FISR.

Ia mengatakan, pasien yang mengalami kekambuhan tersebut sebelumnya memang telah memiliki penyakit paru kronis.

“Paparan asap membuat kondisi pernapasan mereka kembali memburuk,” ujarnya.

Roni mengingatkan dampak kabut asap perlu diantisipasi apabila kualitas udara terus memburuk. Menurutnya, pemerintah perlu menggunakan data kualitas udara serta rekomendasi tenaga kesehatan sebagai dasar menentukan langkah perlindungan masyarakat.

“Kalau kadar polutan memang sudah tinggi, kita tentu secara tegas menganjurkan atau merekomendasikan sementara tidak melaksanakan aktivitas di luar ruangan dulu,” katanya.

Menurut Roni, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan polutan.

“Jangan sampai ISPA-nya jadi banyak,” ujarnya.

Jika kondisi udara semakin memburuk, Roni menyarankan aktivitas pembelajaran untuk sementara dialihkan ke rumah. Pembelajaran secara daring dapat menjadi salah satu pilihan sampai kualitas udara kembali membaik.

“Kita berharap pemerintah dengan langkah tegas, mungkin sementara aktivitas sekolah itu dipindahkan ke rumah atau melalui Zoom,” katanya.

Roni menilai keputusan pembatasan aktivitas masyarakat didasarkan pada kondisi kualitas udara secara objektif.

“Terlebih kelompok yang lebih rentan ketika kualitas udara memburuk. Paparan asap dapat memicu kekambuhan dan memperberat gangguan pernapasan yang sebelumnya sudah dialami pasien,” ungkapnya.

Tag:

Baca Juga

Kualitas Udara Buruk Akibat Karhutla, DPRD Sumbar Opsikan Sekolah dari Rumah
Kualitas Udara Buruk Akibat Karhutla, DPRD Sumbar Opsikan Sekolah dari Rumah
Universitas Fort De Kock Bukittinggi
Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort De Kock, Kuasa Hukum Lapor Itwasum Polri
Mahasiswa Unand berbagi makanan ke ojol dan warga Padang usai lulus ujian tesis. (Dok. Istimewa)
Mahasiswa Unand Rayakan Kelulusan Tesis dengan Bagi-bagi Makanan ke Ojol dan Warga Padang, Viral di TikTok
Dokter Spesialis Paru Subspesialis Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan Konsultan, Dr. dr. Roni Permana, SpP. Subsp.PKL (K) FISR. (Dok. Istimewa)
Dokter Paru Sebut Kabut Asap Sumbar Mengandung PM2,5 hingga Karbon Monoksida, Bisa Masuk ke Aliran Darah!
Muhammad Taufik
Saatnya Sekolah dan Kampus Mengajarkan Pembangkangan Sipil?
Ilustrasi - angin kencang. (Foto: MarcNoel/pixabay.com)
Sejumlah Wilayah Sumbar Berpotensi Dilanda Angin Kencang, Mentawai Paling Kuat