Cerita Penumpang Minibus Pilih Jalan Kaki Saat Terjebak Macet di Sitinjau Lauik

Cerita Penumpang Minibus Pilih Jalan Kaki Saat Terjebak Macet di Sitinjau Lauik

Penumpang minibus jalan kaki saat terjebak macet di Sitinjau Lauik. (Foto: Fajar Hadiasnyah/Langgam.id)

Langgam.id – Sejumlah penumpang kendaraan memilih untuk jalan kaki saat kendaraan yang mereka tumpangi terjebak macet di Jalan Lintas Nasional Sitinjau Lauik, Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan pantauan Langgam.id sekitar pukul 14.45 WIB, kendaraan dari arah Padang maupun Solok hanya bisa bergerak pelan di tengah padatnya arus lalu lintas. Kepolisian masih menerapkan sistem buka tutup, untuk mengurai kepadatan kendaraan di titik utama kemacetan yang berada di Simpang Panorama II.

Di sela-sela antrean kendaraan, tampak tiga orang terdiri dari seorang laki-laki dan dua perempuan, berjalan kaki dari arah bawah menuju Pendakian Tunggua. Mereka merupakan penumpang sebuah minibus Toyota Calya yang terjebak dalam kemacetan.

Seorang penumpang, Fadhil, mengatakan dirinya bersama ibu dan bibinya memilih turun dari mobil karena khawatir kendaraan yang mereka tumpangi tidak kuat melewati tanjakan.

Mobil tersebut membawa sembilan orang penumpang yang melakukan perjalanan dari Padang menuju Teluk Kuantan Singingi, Provinsi Riau,

“Kami turun karena takut mobilnya tidak kuat nanjak. Kalau sudah sampai di jalan yang agak datar dan tidak terlalu menanjak, baru kami naik lagi ke mobil,” kata Fadhil kepada Langgam.id, Selasa (30/6/2026).

Fadhil mengaku telah terjebak kemacetan selama tiga jam. Selama perjalanan, ia sudah lima kali turun dari mobil, ketika kendaraan menghadapi tanjakan panjang di kawasan Sitinjau Lauik

Saat diwawancarai, mobil yang ditumpanginya baru bergerak hingga kawasan Kelok S. Sementara Fadhil bersama ibu dan bibinya telah berjalan kaki hingga Pendakian Tunggua di Panorama II.

Ibu Fadhil mengatakan keputusan turun, dari kendaraan dilakukan untuk mengurangi beban mobil agar lebih mudah melewati tanjakan.

“Lebih baik kami cari aman saja,” Sautnya.

Kemacetan di Sitinjau Lauikk dipicu oleh beberapa titik gangguan lalu lintas. Berdasarkan keterangan kepolisian, titik utama kemacetan berada di Simpang Panorama II akibat dua truk yang masuk ke parit sehingga memakan bahu jalan.

Selain itu, terdapat truk yang mengalami patah gardan di kawasan Pendakian Tunggua dan Kelok S, membuat arus kendaraan dari kedua arah harus melintas secara bergantian. (WAN)

Baca Juga

Truk Muatan Paku Bumi Berhasil Jalan, Arus Sitinjau Lauik Kembali Normal
Truk Muatan Paku Bumi Berhasil Jalan, Arus Sitinjau Lauik Kembali Normal
Sitinjau Lauik Macet dari Arah Solok Capai 5 Km
Sitinjau Lauik Macet dari Arah Solok Capai 5 Km
Sitinjau Lauik Macet Lagi, Dipicu Truk Masuk Parit dan Gagal Nanjak 
Sitinjau Lauik Macet Lagi, Dipicu Truk Masuk Parit dan Gagal Nanjak 
Pengisian BBM di Tanah Datar
Distribusi BBM di Sumbar Tersendat, Dinas ESDM Sebut Macet Sitinjau Lauik dan Lembah Anai Jadi Biang Kerok
Potret kemacetan di kawasan Sitinjau Lauik. Sabtu (4/7/2026). (Istimewa)
Jalur Sitinjau Lauik Macet dari Subuh Sabtu 4 Juli 2026, Masih Buka Tutup hingga Siang Hari
Kondisi macet di kawasan Sitinjau Lauik ulah truk mogok. (Foto: WAG Sitinjau Lauik)
Truk Mogok Lumpuhkan Jalur Sitinjau Lauik, Padang-Solok Macet Total Hampir 3 Jam