Langgam.id – Ombudsman RI Perwakilan Sumatra Barat (Sumbar) bersama Pertamina melakukan pengecekan kualitas Pertalite di SPBU Gunung Pangilun, Kota Padang, Selasa (29/9/2026).
Dari pemeriksaan awal, sampel bahan bakar minyak (BBM) yang tersedia di SPBU tersebut dinilai dalam kondisi aman.
Kepala Perwakilan Ombudsman Sumbar Adel Wahidi mengatakan, pengecekan dilakukan untuk melihat langsung proses pemeriksaan kualitas BBM di tingkat SPBU.
Salah satu parameter yang diperiksa yakni density atau tingkat kerapatan BBM. Selain itu, petugas juga mengecek suhu dan kondisi BBM yang berada di dalam tangki pendam.
“Secara umum, sampling yang kita cek tadi aman. Density-nya di angka 0,75 sampai 0,77,” kata Adel, Selasa (29/9/2026).
Dalam pemeriksaan tersebut, Ombudsman juga tidak menemukan adanya material atau zat lain pada sampel BBM yang diperiksa.
Meski demikian, hasil pengecekan itu belum menjawab keluhan masyarakat terkait Pertalite yang diduga mengandung material lain. Sebab, sampel yang diperiksa merupakan BBM yang tersedia di SPBU saat pemeriksaan dilakukan.
“Yang perlu kita lacak adalah sampel yang dikeluhkan oleh masyarakat. Itu yang sedang kita tunggu,” ujarnya.
Adel menjelaskan, keluhan masyarakat berkaitan dengan BBM yang telah dibeli dan digunakan beberapa hari sebelumnya. Karena itu, pemeriksaan terhadap sampel yang berasal langsung dari konsumen menjadi penting untuk mengetahui penyebab persoalan tersebut.
Ombudsman, kata Adel, juga akan melakukan pengecekan secara acak di sejumlah SPBU di Sumbar. Langkah itu dilakukan untuk memastikan prosedur pemeriksaan kualitas BBM berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Sebetulnya mereka sudah punya SOP. Cuma apakah semua SPBU taat terhadap itu, kan itu belum teruji,” katanya.
Menurut Adel, pemeriksaan secara acak nantinya tidak selalu melibatkan Pertamina. Dengan cara tersebut, Ombudsman ingin melihat secara langsung bagaimana prosedur pemeriksaan BBM dijalankan oleh masing-masing SPBU.
Salah satunya pemeriksaan ketika BBM tiba di SPBU serta pengecekan rutin yang dilakukan setiap pagi sebelum BBM disalurkan kepada konsumen.
“Jadi, itu yang ingin kita lihat. Apakah prosedur itu betul-betul dilaksanakan di seluruh SPBU,” ujarnya.
Di sisi lain, Ombudsman masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel Pertalite yang dikeluhkan masyarakat. Sampel tersebut telah dikirim ke Laboratorium Lemigas di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Hasil laboratorium diharapkan dapat menjawab apakah terdapat kandungan lain dalam sampel BBM yang dibawa masyarakat dan ditemukan di bengkel,” katanya. (WAN)






