Bupati Limapuluh Kota Kenalkan Program Basiba Liko Atasi Stunting

Bupati Limapuluh Kota Kenalkan Program Basiba Liko Atasi Stunting

Pemkab Limapuluh Kota kenalkan program Basiba Liko atasi stunting. (Foto: Diskominfo)

Langgam.id — Bupati Limapuluh Kota, Sumatra Barat Safaruddin Dt Bandaro menyebutkan pihaknya melaunching program Basiba Liko (Bersama Atasi Stunting dengan Ibu Bapak Asuh Lima Puluh Kota) sebagai upaya menurunkan angka stunting di daerah itu.

Ia mengatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk mempercepat kinerja penurunan angka stunting telah menunjukkan penurunan, setelah sebelumnya prevalensi balita stunting mencapai 28,2% di tahun 2021 menjadi 24,3% di tahun 2022.

“Kemajuan ini patut disyukuri, namun kami mengingatkan seluruh stakeholder untuk tidak berpuas diri, dan harus bertekad dalam mencapai target nasional di tahun 2024 yakni 14%,” kata Bupati dikutip, Kamis (14/9/2023).

Dijelaskannya, di Kabupaten Limapuluh Kota saat ini 2.050 balita stunting dari 23.740 balita dan terdata 29.918 (dua puluh sembilan ribu sembilan ratus delapan belas) keluarga beresiko stunting atau sebesar 53,79 persen dari jumlah data.

“‘Agar upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Lima Puluh Kota dapat tercapai, maka diperlukan kolaborasi dan sinergi yang baik antar Perangkat Daerah baik yang spesifik maupun yang sensitif, karena permasalahan stunting bukan hanya urusan Perangkat Daerah bidang kesehatan saja, namun, 70 persen peran Perangkat Daerah lainnya yang mempengaruhi keberhasilan dan kesuksesan penurunan stunting di Kabupaten Lima Puluh Kota,” tambahnya.

Disamping itu, Bupati menyambut baik lahirnya program Basiba Liko sebagai salah satu inovasi dalam penurunan stunting. “Semoga terobosan ini dapat dijalankan di seluruh OPD maupun nagari dan bisa menurunkan angka prevalensi stunting di Limapuluh Kota,” harap Bupati Safaruddin.

Sebelumnya, Kepala DP2KBP3A sekaligus ketua panitia, Ayu Mitria Fadri dalam laporannya menyampaikan, kegiatan rembuk stunting dilaksanakan untuk memastikan adanya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama antara organisasi Perangkat Daerah dengan lembaga non pemerintah, nagari, dan masyarakat.

“Adapun tujuannya menguatkan sinergi kepedulian serta meningkatkan komitmen para pemangku kepentingkan dalam rangka koordinasi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Limapuluh Kota ” jelasnya.

Dalam rangkaian kegiatan rembuk stunting tersebut, turut dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Dinas Kesehatan dengan Kemenag Limapuluh Kota serta pemberian penghargaan kepada wali nagari inovatif.

Rakor yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdaayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) itu turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Widya Putra, Kepala Kantor Kemenag Irwan, Ketua TP-PKK Nevi Safaruddin, para asisten, Kepala Perangkat Daerah, camat, dan wali nagari di Limapuluh Kota. (*/Fs)

Baca Juga

Bulan Ramadan 1445 Hijriah akan memasuki 10 malam yang terakhir. Oleh karena itu dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dengan berdzikir,
Pengasuh Ponpes Ungkap Kondisi Santri yang Diduga Diintimidasi saat Beribadah
Perlindungan Hukum bagi Santri di Tengah Intoleransi Intra-Umat
Perlindungan Hukum bagi Santri di Tengah Intoleransi Intra-Umat
Buntut Tahanan Kabur, Propam Polda Sumbar Periksa Sejumlah Personel Polsek Lubuk Begalung
Polisi Selidiki Dugaan Intimidasi Santri saat Beribadah di Limapuluh Kota
Santri di Limapuluh Kota Diduga Diintimidasi saat Beribadah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Santri di Limapuluh Kota Diduga Diintimidasi saat Beribadah, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Truk Masuk Jurang di Limapuluh Kota, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit
Truk Masuk Jurang di Limapuluh Kota, Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit