Langgam.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan survei lapangan untuk mengkaji penerapan teknologi pengolahan air siap minum (ARSINUM) bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Survei tersebut dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam di Jorong Pasia Laweh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Sabtu (17/10/2026).
Kajian ini bertujuan menilai kelayakan lokasi dan sumber air yang berpotensi diolah menjadi air siap minum. Upaya tersebut menjadi bagian dari pemulihan pascabencana, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terhadap air minum yang aman.
Dalam kegiatan itu, Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono, bersama tim dan Wali Nagari Pasia Laweh mendampingi tim BRIN melalui Kedeputian Pemanfaatan Riset dan Inovasi meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat penempatan teknologi ARSINUM.
Tim melakukan pengukuran lahan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan pemasangan peralatan. Selain itu, pemeriksaan kualitas air juga dilakukan guna mengetahui kondisi awal sumber air yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku air siap minum.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan survei tersebut merupakan langkah awal untuk mendukung pemulihan kebutuhan dasar masyarakat setelah bencana banjir dan tanah longsor.
“Melalui survei ini, kita ingin memastikan lokasi yang direncanakan benar-benar sesuai, baik dari sisi kesiapan lahan maupun sumber airnya. Hasil kajian teknis ini nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kelayakan penerapan teknologi ARSINUM bagi masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Menurutnya, kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi untuk membantu masyarakat memperoleh akses air minum yang aman dan layak.
Penerapan teknologi ARSINUM juga diharapkan dapat mendukung pemulihan kehidupan warga terdampak bencana, terutama dalam memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari.
Namun, penerapan teknologi tersebut masih memerlukan hasil kajian teknis untuk memastikan kelayakan lokasi dan sumber air yang akan digunakan. (HER)






