BPBD Pasaman Barat: Waspadai Sungai Meluap Bila Hujan Lebih 3 Jam

Sekretaris BPBD Kabupaten Pasaman Barat Gustirizal. (Foto: Ian)

Sekretaris BPBD Kabupaten Pasaman Barat Gustirizal. (Foto: Ian)

Langgam.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat meminta masyarakat mewaspadai sungai meluap bila hujan telah lebih tiga jam. Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi sejak beberapa hari belakangan, membuat Pasaman Barat rawan banjir dan longsor.

Sekretaris BPBD Kabupaten Pasaman Barat Gustirizal mengatakan, berdasarkan peta kerawanan bencana di Pasaman Barat, longsor dan banjir menjadi ancaman terbesar saat ini. Beberapa titik di Kecamatan Talamau dan Gunung Tuleh, harus menjadi perhatian dan diwaspadai, terlebih kawasan permukiman masyarakat dan jalur lintas antara Kabupaten Pasaman Barat dengan Kabupaten Pasaman, tepatnya di Talu dan Sinuruik.

“Saat curah hujan tinggi pengendara dan masyarakat yang berada di sekitar rawan longsor harus berhati-hati, ” katanya, Kamis (26/11/2020).

Selain itu, beberapa aliran sungai dikhawatirkan meluap, apabila hujan lebih dari tiga jam. Salah satu aliran Sungai Batang Pasaman, Batang Bayang, Batang Sikabau, Batang Ampu, dan beberapa aliran sungai kecil lainnya. Sementara itu, masyarakat yang beraktivitas di pinggir aliran sungai seperti nelayan, pencari ikan atau petani harus perhatikan situasi volume air, jika sedang naik diminta menjauh, karena khawatir terjadi banjir bandang. “Masyarakat sudah tau dengan tanda tanda alam, jadi harus lebih terbiasa,” ujarnya.

Berdasarkan data dari BMKG, Kabupaten Pasaman Barat akan dilanda cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi beberapa minggu kedepan. Berdasarkan kebiasaan tahun sebelumnya, di akhir tahun Pasaman Barat sering terjadi bencana banjir atau longsor dibeberapa titik rawan.

“Alhamdulillah hingga saat ini belum ada laporan bencana, kami berharap jangan ada bencana alam, sebab kita sedang sibuk melawan covid-19,” ujarnya.

Disisi lain, nelayan dan masyarakat yang bermukim di pinggir pantai dan nelayan diminta memperhatikan kondisi cuaca di laut, agar tidak mengancam keselamatan saat beraktivitas di laut atau banjir rob. (Ian/SS)

Baca Juga

salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Hasil Lab Ada Bakteri Bacillus Cereus, Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasbar Berakhir Damai 
Hasil Lab Ada Bakteri Bacillus Cereus, Kasus 25 Anak Keracunan Bakso Tusuk di Pasbar Berakhir Damai 
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
Petugas BPBD mengevakuasi warga terdampak banjir di Tanah Datar, pada Selasa malam. DOK BPBD
Hujan Deras, Dua Kecamatan di Tanah Datar Terdampak Banjir
Kondisi Bus ALS usai kecelakaan. (Foto: Polres Pasaman Barat)
Kronologi Bus ALS Tabrak Pelajar hingga Meninggal di Pasaman Barat