BMKG: Posisi Hilal 5 April 2019 untuk Penentuan Awal Sya'ban 1440 Hijriah

BMKG: Posisi Hilal 5 April 2019 untuk Penentuan Awal Sya'ban 1440 Hijriah

Sumber: bmkg.go.id

Langgam.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan posisi hilal pada Jumat (5/4/2019) untuk menentukan awal Bulan Sya'ban.

Dalam rilis di situs resminya tertanggal 26 Maret 2019, Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG menyebutkan, keteraturan peredaran bulan mengelilingi bumi serta bumi dengan bulan dalam mengelilingi matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu.

Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi bumi. "Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadlan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha."

Untuk memberikan pelayanan data tanda waktu dalam penentuan awal bulan Hijriah, BMKG menyampaikan informasi hilal saat matahari terbenam, pada Jumat (5/4/2019) sebagai penentu awal bulan Sya’ban 1440 H.

Berdasar pengamatan BMKG, konjungsi akan terjadi pada hari Jumat, 5 April 2019 M pukul 15.50 WIB atau pukul 16.50 WITA atau 17.50 WIT.

Konjungsi atau ijtima’, menurut BMKG, adalah peristiwa ketika bujur ekliptika bulan sama dengan bujur ekliptika matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat bumi.

Pada tanggal tersebut, matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.41 WIT di Merauke. "Waktu terbenam paling akhir adalah pukul 18.47 WIB di Sabang, Aceh."

Dengan memerhatikan waktu konjungsi dan matahari terbenam, menurut BMKG, dapat dikatakan konjungsi tanggal 5 April 2019 terjadi sebelum matahari terbenam di sebagian besar wilayah Indonesia.

Ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 5 April 2019 berkisar 0,67 derajat di Melonguane, Sulawesi Utara sampai dengan 1,89 derajat di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Umur bulan di Indonesia pada tanggal 5 April 2019 berkisar antara -0,16 jam di Merauke, Papua sampai dengan 2,95 jam di Sabang, Aceh. Selengkapnya bisa dilihat di situs resmi BMKG.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada Senin, 6 Mei 2019 atau persis 30 hari setelah konjungsi untuk menentukan waktu peralihan ke Bulan Sya'ban 1440 H sebagaiman dirilis BMKG.

Sebagaimana diketahui, dalam hitungan tahun Hijriah, bulan sebelum Ramadan adalah Sya'ban. Dengan demikian, penentuan awal Sya'ban menandakan waktu sebulan sebelum Ramadan. (*/HM)

Baca Juga

Gempa M 4,4 di Batusangkar Akibat Aktivitas Sesar Sumatra Segmen Sumani
Gempa M 4,4 di Batusangkar Akibat Aktivitas Sesar Sumatra Segmen Sumani
Sebanyak 15 kali gempa bumi terjadi di wilayah Sumatra Barat selama periode 20-26 Oktober 2023. Dari 15 kali tersebut terdapat 1 kali gempa bumi yang dirasakan.
Periode 20-26 Oktober 2023: 15 Gempa Terjadi di Sumbar
Sebanyak 65 kali kejadian gempa bumi terjadi di Sumatra Barat (Sumbar) sepanjang Agustus 2023. Terdapat dua gempa
Sepanjang Agustus 2023, Sumbar Diguncang 65 Kali Gempa Bumi
Sumatra Barat khususnya daerah yang berada di pesisir pantai pada Kamis (13/07/2023) hingga Jumat (14/07/2023) diguyur hujan lebat. Hujan ini
Masuki Puncak Musim Kemarau, Mengapa Sumbar Dilanda Hujan Lebat?
BMKG Kelas II Minangkabau Padang Pariaman menyebut cuaca panas yang melanda Sumatra Barat adalah fenomena biasa. Katanya, fenomena ini
Penjelasan BMKG Terkait Cuaca Panas yang Melanda Sumbar
3 Hal Pemicu Hujan Lebat di Sumbar Menurut BMKG
3 Hal Pemicu Hujan Lebat di Sumbar Menurut BMKG