BMKG: Cuaca Ekstrem di Sumbar Dipengaruhi Peralihan Musim

Prakiraan Cuaca | cuaca limapuluh kota

Ilustrasi prakiraan cuaca (Gambar: Mudassar Iqbal/pixabay.com)

Langgam.id– Sejumlah wilayah Sumatra Barat (Sumbar) berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta petir selama tiga hari dimulai Kamis (7/5/2026) hingga Sabtu (9/5/2026).

Tim Stasiun Klimatologi Sumatra Barat, Rodi Yunus mengatakan kondisi cuaca saat ini dipengaruhi masa peralihan musim hujan menuju musim kemarau. Kondisi tersebut menyebabkan cuaca di Sumbar cenderung berubah dalam waktu singkat.

“Sumbar saat ini masih berada pada kategori musim hujan. Karena ini masa pancaroba, cirinya cuaca bisa cepat berubah, sebentar hujan lalu panas kembali,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Berdasarkan informasi meteorologi terbaru, wilayah Sumbar masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam tiga hari ke depan.

Beberapa daerah yang perlu mewaspadai cuaca ekstrem antara lain Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Sijunjung, Kabupaten Solok hingga Dharmasraya.

Rodi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika hujan lebat disertai angin kencang terjadi.

Menurutnya, warga sebaiknya mencari tempat aman dan menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai petir.

“Kalau dalam perjalanan hujan cukup deras dan angin kencang, sebaiknya berhenti di tempat aman dan jangan berteduh di bawah pohon tinggi,” katanya. (KSR)

Baca Juga

Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Langgam.id-cerah berawan
BMKG: Cuaca Kota Padang Cerah Hari Ini, Suhu Capai 30 Derajat Celsius
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
TKP tewasnya dua orang pemuda akibat asap genset saat mati lampu massal di Tanah Datar.
Kronologi Kematian Tragis Dua Orang Diduga Keracunan Asap Genset saat Mati Lampu