Belum Diperiksa Sebagai Tersangka, Indra Catri Bicara Hak Izin Tak Hadir

Indra Catri | Bupati Agam Tersangka Ujaran Kebencian

Bupati Agam Indra Catri (Foto: Dok. MC Kab. Agam)

Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam Indra Catri membantah dirinya mangkir dari panggilan pertama penyidik Polda Sumbar. Ia mengatakan hanya mengunakan haknya dengan surat izin tak bisa hadiri pemanggilan.

"Sebagai warga negara yang juga diberikan hak untuk dapat diberikan izin tidak menghadiri pemanggilan sepanjang memiliki alasan yang jelas. Surat izin sudah saya sampaikan kepada penyidik melalui penasehat hukum saya," katanya kepada langgam.id, Rabu (19/8/2020) malam.

Indra Catri menegaskan, sebagai pejabat publik harus memberikan contoh yang baik dan benar pada publik. Dia berjanji memenuji jadwal pemanggilan berikutnya.

Baca juga: Mangkir dari Panggilan Polda Sumbar, Indra Catri Penuhi Undangan DPP Gerindra

"Insyaallah panggilan berikutnya saya bisa hadir. Pada saat ini (waktu) saya gunakan karena sebagai calon wakil fubernur, saya diundang oleh Partai Gerindra yang mengusung saya," jelasnya.

Sebelumnya, Penasehat Hukum Indra Catri, Ardyan mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan surat secara resmi untuk pemeriksaan kliennya dapat diundur. Surat tersebut telah diserahkan ke penyidik Polda Sumbar.

"Kami sudah kirim surat, bukan secara lisan. Saya tadi sudah standby di kantor untuk mendampingi ke Polda, lalu datang ajudan menyerahkan surat ada undangan ke DPP. Jadi kami konfirmasi ke Pak Indra Catri sudah, berangkat tadi malam. Berapa hari di Jakarta kurang tahu," ujarnya.

Baca juga: Indra Catri Janji Penuhi Pemeriksaan Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian

Seperti diketahui, selain Indra Catri, Polda Sumbar juga menetapkan tersangka terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Agam, Martias Wanto. Penetapan kedua tersangka itu sesuai surat nomor 32/VIII/2020 Ditreskrimsus dan sesuai surat penetapan nomor 33/VIII/2020 Ditreskrimsus tertanggal 10 Agustus 2020.

Tiga tersangka lainnya juga telah dilakukan penahanan badan. Mereka adalah Edi Syofiar, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Pemerintahan Kabupaten Agam. Kemudian, Robi Putra pegawai honorer sekaligus Ajudan dari Indra Catri.

Hanya satu tersangka yang berada di luar Pemerintahan Kabupaten Agam. Dia adalah Rozi Hendra yang merupakan pekerjaan swasta. Para tersangka memiliki peran masing-masing dalam kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik tersebut. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Polda Sumbar melaksanakan apel pengamanan dalam rangka pemungutan suara ulang (PSU) untuk DPD RI pada Sabtu pagi (13/7/2424) di halaman
Pastikan Kelancaran PSU DPD, Polda Sumbar Gelar Apel Pengamanan
Ditresnarkoba Polda Sumbar berhasil mengungkap kasus narkotika jenis ganja yang akan diedarkan di Sumatra Barat jaringan Penyabungan.
Polda Sumbar Gagalkan Peredaran 48 Kg Ganja Jaringan Penyabungan, 4 Pelaku Ditangkap
Koalisi Advokat Anti Penyiksaan melaporkan kasus dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh anggota kepolisian terkait kematian bocah 13 tahun,
Kematian AM Diduga Disiksa Oknum Polisi, Koalisi Advokat Lapor ke Propam Polda Sumbar
Investigasi LBH Padang: Meninggalnya Bocah Malang AM di Batang Kuranji Diduga Disiksa Polisi
Investigasi LBH Padang: Meninggalnya Bocah Malang AM di Batang Kuranji Diduga Disiksa Polisi
Polda Sumbar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian ternak jelang Hari Raya Idul Adha.
Polisi Ingatkan Warga Waspadai Pencurian Ternak Jelang Idul Adha
Perkembangan Bencana di Sumbar per Selasa Malam, Kabiddokkes Polda Sumbar: 56 Orang Meninggal
Perkembangan Bencana di Sumbar per Selasa Malam, Kabiddokkes Polda Sumbar: 56 Orang Meninggal