Begini Suasana Perayaan Imlek di Kelenteng See Hin Kiong Padang 

Perayaan Cap Go Meh pada tahun ini tidak dilaksanakan di Kota Padang. Tidak digelarnya puncak perayaan Imlek ini disebabkan karena adanya

Kelenteng See Hin Kiong di kawasan Pondok, Kota Padang. [foto: Nandito Putra/Langgam.id]

Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Warga keturunan Tionghoa di Kota Padang berdatangan ke Kelenteng See Hin Kiong pada perayaan Imlek.

Langgam.id - Warga keturunan Tionghoa di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) silih berganti berdatangan ke Kelenteng See Hin Kiong pada momen perayaan Imlek, Selasa (1/2/2022).

Berdasarkan pantauan langgam.id di kawasan Kelenteng See Hin Kiong sekitar pukul 12.00 WIB, tidak terlihat kerumunan di dalam maupun bagian luar kelenteng.

Pengunjung bergantian masuk ke dalam kelenteng supaya tidak menimbulkan kerumunan.

Sebelumnya, pengurus kelenteng sudah mewanti-wanti kepada jemaah yang hendak beribadah untuk tidak datang pada jam yang sama.

Para jemaah yang datang ke kelenteng juga diwajibkan untuk menaati protokol kesehatan (prokes).

Tidak hanya itu, pihak kelenteng juga meniadakan kegiatan yang dapat mengundang keramaian seperti Cap Go Meh dan pertunjukan barongsai. Hal ini untuk mencegah penyebaran covid-19.

Salah seorang petugas di Kelenteng See Hin Kiong, Lo Hin Kim mengatakan, hari ini merupakan perayaan puncak Imlek 2022. Kata dia, sejak pagi tadi pengunjung tidak henti-hentinya berdatangan.

"Sampai tanggal 15 Februari besok akan tetap ada yang datang sembahyang. Setelah itu baru petugas membuka lampion dan pernak-pernik lainnya," kata pria 63 tahun ini.

Menurut Kim, akibat pandemi covid-19, perayaan Imlek kali ini jauh berbeda dari sebelumnya.

Perbedaan itu terasa kentara karena pengurus kelenteng meniadakan kegiatan Cap Go Meh, pertunjukan barongsai dan pasar malam Imlek.

Kim mengungkapkan, Kelenteng See Hin Kiong merupakan kelenteng satu-satunya di Sumbar. Sehingga, kata dia, orang Tionghoa yang datang beribadah juga berasal dari provinsi luar, seperti Jambi dan Riau.

"Kalau di Riau ada kelenteng juga, tapi ukurannya kecil-kecil. Kelenteng di Padang ini yang besar dan memiliki ukiran terbagus," tutur Kim.

Menurut dia, orang Tionghoa punya kebiasaan pulang kampung setiap perayaan imlek.

"Karena di sini merupakan tanah kelahiran leluhur mereka, sembahyang dan berdoanya juga harus di sini," kata Kim.

Kim menyebutkan, bahwa pada Imlek kali ini tidak terlalu banyak warga Tionghoa yang berasal dari Padang pulang kampung.

"Sebelum pandemi ini meriah dan ramai. Sekarang seperti ini saja. Karena orang Tionghoa yang di luar sini antisipasi covid-19 varian omicron," beber Kim.

Ketua Pengurus Kelenteng See Hin Kiong, David Chandra mengatakan, perayaan Imlek di Kelenteng See Hin Kiong difokuskan pada prosesi ibadah saja.

“Tahun ini akan sederhana saja karena kita menghindari keramaian,” ujar David.

Pada perayaan Imlek ini, Polda Sumbar juga menurunkan personel untuk melakukan pengamanan di sekitar kelenteng.

"Kita antisipasi saja biar berjalan aman dan kondusif," ujar salah seorang personel pengamanan dari Polda Sumbar, Herman.

Herman mengatakan, bahwa polisi cukup terbantu dengan keberadaan petugas parkir yang mengatur lalu lintas jalan di depan Kelenteng See Hien Kiong.

"Sejauh ini aman-aman saja," kata dia.

Sementara itu, salah satu warga yang datang yaitu Erni (37), memboyong dua anaknya ke kelenteng yang berada di Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat tersebut.

Mulanya ia berencana melihat pertunjukan barongsai pada perayaan Imlek tahun ini.

Baca juga: Perayaan Imlek di Kelenteng See Hin Kiong Padang Tiadakan Cap Go Meh dan Pasar Malam

Menurutnya, pertunjukan barongsai sudah menjadi hiburan murah meriah yang selalu dinanti warga sekitaran kawasan Kampung Pondok saat tahun baru Imlek.

"Biasanya ada barongsai tiap tahun. Mungkin besok kali," kata Erni. (Nandito Putra)

Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Dukung Epyardi Asda Maju Pilgub Sumbar, Eks Ketua PPP Padang Ini Bentuk Barisan Otewe Muda
Dukung Epyardi Asda Maju Pilgub Sumbar, Eks Ketua PPP Padang Ini Bentuk Barisan Otewe Muda
Permasalahan baru yang menimpa umat Islam yakni terkait daftar nama-nama ustadz kondang yang terdaftar dalam jaringan radikalisme.
Universitas Muhammadiyah Sumbar Luncurkan Beasiswa Peduli Bencana
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat, saat ini sudah ada 175 bank sampah di daerah tersebut. Keberadaan bank sampah ini
Padang Miliki 175 Bank Sampah, Terbanyak di Kecamatan Pauh
Simulator golf telah hadir di Padang. Simulator golf ini hadir bersamaan dengan dibukanya Par Tee Kafe di Jalan Wahidin, dekat kantor PLN.
Ada Simulator Golf di Padang, Buka Mulai 1 Juni
Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman mengungkapkan keinginannya terkait pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau.
Mantan Anggota DPR RI Taslim Soroti Keramba Jaring Apung yang Rusak Keindahan Danau Maninjau
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta
Ahmad Muzani Lelang Sapi untuk Bantu Korban Banjir Lahar Dingin Sumbar, Laku Rp 500 Juta