Baznas Bantu Keluarga Korban Kapal Tenggelam di Pesisir Selatan

Masuki hari ketujuh, pencarian korban kecelakaan kapal di perairan Mentawai dihentikan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Basarnas

Ilustrasi kapal tenggelam. (Foto: jbstuchbery/pixabay.com)

Langgam.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) memberikan bantuan untuk keluarga 14 anak buah kapal (ABK) warga Air Haji, Kabupaten Pesisir Selatan. Mereka merupakan korban kapal tenggelam yang terjadi pada Januari 2020 lalu.

Bantuan diberikan pada keluarga korban oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit bersama Ketua Baznas Sumbar Syamsul Bahri Chatib,di Air Haji, Sabtu (16/5/2020). Setiap korban mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta dengan total Rp70 juta.

Sebelummya, Kapal Bagan Mitra Utama tenggelam pada Rabu 29 Januari 2020 lalu. Dari peristiwa itu, 3 orang korban ditemukan, namun 11 lagi sampai saat ini belum ditemukan.

Nasrul Abit mengatakan hal itu adalah musibah yang tidak bisa ditolak. Kedatangan rombongan dari Pemprov untuk memberikan bantuan mengurangi beban para keluarga korban kapal tenggelam.

“Kedatangan kami kemari menjemput yang tertinggal. Telah terjadi musibah kapal tenggelam yang menimpa saudara kita yang sampai saat ini belum ditemukan. Mudah- mudahan dengan bantuan ini bisa mengurangi beban pada keluarga korban,” katanya, sebagaimana dirilis Humas Pemprov Sumbar.

Ia berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dan almarhum segera ditemukan. Ia juga mengajak para yang hadir untuk berdoa bersama untuk keselamatan keluarga korban dan diberikan tempat yang indah nantinya yaitu Sorga Allah SWT.

“Mari kita bersama-sama mendoakan almarhum, ini adalah musibah. Semoga Allah berikan tempat yang Indah surga Allah,” katanya.

Selain itu, saat ini Indonesia juga sedang dilanda wabah virus corona, ia mengingatkan semua masyarakat harus kompak menggalakkan cuci tangan, jaga jarak dan memakai masker.

“Menjaga kondisi sekarang ini, tentu jangan lagi salah menyalahkan. Wabah virus corona covid-19 ini adalah tangung jawab kita, musuh kita bersama,” katanya.

Sementara itu Ketua Baznas Sumbar Syamsul Bahri Chatib menjelaskan, bahwa bantuan ini harus diserahkan langsung pada pihak keluarga korban, untuk menghindari kerumunan dan bisa tepat sasaran.

“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi mereka semua, apalagi sebentar lagi kita umat Islam akan lebaran,” ujarnya. (*/Rahmadi)

Baca Juga

Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Keluarga Minta Diusut Tuntas, Punggung Guru yang Meninggal di Mes Polisi Pesisir Selatan Memerah
Sosok mayat perempuan ditemukan di aliran sungai di Nagari Barung Barung Balantai, Kacamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan,
Kasus Guru PPPK Meninggal di Mes Polisi, Orang Tua Korban Beberkan Kejanggalan
Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Guru PPPK Meninggal di Kamar Mes Polisi, Kasus Masih Diselidiki
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, BI Sumbar Bawa Rp 5,9 Miliar ke Mentawai
Pengusaha Dapur MBG di Pesisir Selatan Polisikan Yayasan dan Pemilik Lahan, Klaim Rugi Rp1 Miliar
Ilustrasi pocong. (Dok. AI)
Heboh Video “Pocong Begal” Gegerkan Warga Pesisir Selatan, Ini Kata Polisi
Tim SAR evakuasi jasad bocah 10 tahun yang ditemukan meninggal. (Foto: Basarnas Padang)
Bocah 10 Tahun yang Hilang Terseret Arus Muara di Pisisir Selatan Ditemukan Meninggal