Langgam.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mulai mematangkan rencana pembangunan ruas Jalan Tol Bukittinggi-Sicincin sepanjang 41,10 kilometer sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris bersama sejumlah kementerian, lembaga, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ke sejumlah proyek infrastruktur strategis di daerah itu pada 4-5 Juni 2026.
Salah satu agenda utama kunjungan adalah meninjau koridor strategis Lembah Anai serta membahas rencana lanjutan pembangunan Jalan Tol Bukittinggi-Sicincin yang menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Pekanbaru-Padang.
Abdul Malik mengatakan, pemerintah ingin memastikan pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat berjalan terarah dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat serta agenda konektivitas nasional.
“Melalui kunjungan kerja ini, kami ingin melihat secara langsung kondisi, kebutuhan, serta tantangan pembangunan infrastruktur di lapangan, khususnya terkait penanganan koridor strategis Lembah Anai dan rencana lanjutan konektivitas Jalan Tol Bukittinggi-Sicincin,” kata Abdul Malik, dikutip Senin (8/6/2026).
Menurut dia, keberadaan ruas tersebut memiliki arti penting karena akan melengkapi konektivitas Tol Padang-Sicincin yang telah beroperasi. Jika tersambung hingga Bukittinggi, jaringan jalan tol di Sumatera Barat dinilai akan berfungsi lebih optimal dalam mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik.
Selain mempercepat arus barang dan orang, ruas tol tersebut juga diproyeksikan menjadi jalur alternatif yang lebih andal ketika terjadi gangguan pada koridor Lembah Anai yang selama ini menjadi akses utama penghubung Kota Padang dengan wilayah tengah dan utara Sumatera Barat.
Dalam pemaparan yang disampaikan PT Hutama Karya (Persero), ruas Bukittinggi-Sicincin sepanjang 41,10 kilometer memiliki tingkat urgensi tinggi karena menjadi penghubung strategis antara Sumatera Barat dan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Riau.
Berdasarkan kajian perencanaan, pembangunan ruas tersebut berpotensi memangkas waktu perjalanan hingga 55,91 persen dan mengurangi jarak tempuh sebesar 8,88 persen dibandingkan kondisi saat ini.
Efisiensi itu diyakini akan berdampak langsung terhadap peningkatan daya saing ekonomi daerah, terutama dalam mendukung sektor logistik, perdagangan, dan pariwisata yang menjadi salah satu kekuatan utama Sumatera Barat.
Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero) Iwan Hermawan mengatakan, dukungan dan koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mendorong realisasi proyek konektivitas tersebut.
Menurut dia, pengembangan jaringan jalan tol di Sumatera Barat harus dilakukan secara terukur agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
“Kami siap mendukung agenda tersebut melalui pelaksanaan proyek yang andal, adaptif, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang,” ujar Iwan.
Kunjungan Bappenas juga dilakukan ke kawasan Lembah Anai untuk melihat langsung perkembangan penanganan infrastruktur pada koridor vital tersebut. Pemerintah menilai keberlanjutan fungsi Lembah Anai dan pengembangan jaringan jalan tol harus berjalan beriringan guna menciptakan sistem transportasi yang lebih tangguh.
Data Hutama Karya menunjukkan bahwa sejak akses Lembah Anai kembali dibuka, trafik kendaraan di ruas Tol Padang-Sicincin meningkat signifikan. Pada periode libur panjang pekan lalu, volume lalu lintas di ruas tersebut bahkan tumbuh lebih dari 80 persen dibandingkan trafik normal.
Peningkatan tersebut menjadi indikator tingginya kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur transportasi yang mampu menghadirkan perjalanan lebih cepat, aman, dan efisien.
Karena itu, rencana pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi kini menjadi salah satu proyek yang mendapat perhatian pemerintah pusat untuk mendukung konektivitas jangka panjang sekaligus memperkuat posisi Sumatera Barat dalam jaringan ekonomi Pulau Sumatera. (HER)






