Bantu Perantau Minang di Papua, Urang Awak Kumpulkan Rp3,1 Miliar dalam 2 Jam

Bantu Perantau Minang di Papua, Urang Awak Kumpulkan Rp3,1 Miliar dalam 2 Jam

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menyanpaikan kondisi perantau Minang korban kerusuhan Wamena di hadapan ratusan urang awak saat penggalangan dana di Balairung Hotel, Jakarta (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Langgam.id - Penggalangan dana  untuk perantau Minang korban kerusuhan di Wamena Kabupaten Jayawijaya, Papua mencapai Rp 3,1 miliar dalam dua jam.

Pengumpulan dana melalui acara badoncek ini digelar dalam pertemuan urang awak di Balairung Hotel, Jakarta Senin malam (1/10).  Selain dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit, pertemuan juga dihadiri sejumlah tokoh Minang, seperti Fasli Jalal, Andrinof Chaniago.

"Ada sekira 300 orang yang ikut dalam aksi penggalangan dana tersebut, mulai dari tokoh-tokoh Minang, organisasi dan lembaga-lembaga peduli. Juga ada emak-emak dan mahasiswa," ujar Kepala Biro Humas Pemrov Sumbar, Jasman Rizal saat dihubungi Langgam.id, Selasa (1/10/2019) malam.

Kegiatan itu, kata Jasman, dimulai dengan pemaparan kondisi perantau Minang yang ada di Papua oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit.

"Beliau menceritakan bagaimana kondisi real masyarakat kita di sana. Beliau juga menyarankan, agar tetap bertahan, karena aset-aset di sana masih ada," ungkapnya.

Lampiran Gambar

Suasana penggalangan dana untuk perantau Minang korban kerushan Wamena di Balairung Hotel, Jakarta (Foto: Humas Pemprov Sumbar)

Rencananya, kata dia, bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk pembangunan rumah korban yang rusak dan modal awal membangun kembali usaha yang ada di sana.

"Kalau ada tokonya yang terbakar, kita bantu permodalan mereka di sana," katanya.

Bantuan ini juga bisa digunakan untuk biaya pemulangan korban ke Sumbar. Namun, Wagub Sumbar, kata Jasman, memberikan pertimbangan kepada perantau Minang untuk tidak eksodus. Kondisi di sana sudah kembali kondusif.

"Kata Pak Nasrul Abit, lebih baik dipikirkan lagi, anak-anak kita sekolahnya bagaimana, aset-aset yang ada di sana bagaimana, itu pertimbangan yang sudah diberikan," ucap Jasman.

Tapi, kata Jasaman, kalau mereka mau tetap pulang, silahkan. Pemerintah melalui bantuan yang dikumpulkan tetap akan membantu pemulangan mereka.

Selain itu, dana yang terkumpul, juga akan digunakan untuk trauma healing. Karena ada sejumlah korban yang mengalami trauma usai peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, kata Jasaman, total keseluruhan dana yang terkumpul sebanyak Rp3.191.836.000 (Rp3,1 miliar lebih). Oesman Sapta Odang dan Yendra Fahmi masing-masingnya menyumbang Rp 1 miliar.

"Masih ada kemungkinan akan bertambah, tadi juga sudah ada yang telepon, ada juga kabarnya besok akan transfer ke rekening yang telah kita sediakan," ujarnya. (ZE)

Baca Juga

Peduli Bencana Tanah Datar, BM 3 Sumut Salurkan Bantuan dan Santunan
Peduli Bencana Tanah Datar, BM 3 Sumut Salurkan Bantuan dan Santunan
Kadisnakertrans Sumbar, Nizam Ul Muluk mengatakan bahwa saat ini perantau Minang tidak lagi didominasi oleh laki-laki, namun perempuan.
Kadisnakertrans Sumbar: 94 Persen Pekerja Migran Minang Adalah Perempuan
IKPS Riau Dirikan Posko Kemanusian Galang Bantuan ke Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan
IKPS Riau Dirikan Posko Kemanusian Galang Bantuan ke Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan
Militer indonesia terkuat asean
3 Putra Minang Kini Pegang Pangdam
Masyarakat Minang di Singapura
Masyarakat Minang di Singapura
Aroma Nasi Kapau Autentik Menguar di Jakarta Selatan
Aroma Nasi Kapau Autentik Menguar di Jakarta Selatan