Bahasa Kita, Identitas Kita: Memperkuat Rasa Cinta Terhadap Bahasa Indonesia

Indonesia memiliki beragam budaya, suku, etnik, dan bahasa. Ada sekitar 742 bahasa tanah air tercinta ini.

Namun dibalik itu semua, kita tetap harus menjujunjung tinggi bahasa yang satu, bahasa Indonesia. Sebagaimana yang telah dituangkan di dalam isi Sumpah Pemuda yang disahkan pada tanggal 28 Oktober 1928 yang ke-3 yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.

Sejak proklamasi kemerdekaan NKRI, bahasa Indonesia telah menjadi fundamental yang tertuang dalam Pancasila lebih tepat nya di sila ke-3 yang berbunyi “Persatuan Indonesia.”. Meskipun bangsa ini memiliki banyak ragam bahasa, bahasa Indonesia akan tetap menjadi bahasa pemersatu sekaligus identitas bangsa Indonesia. 

Keberagaman bahasa di tanah air ini dapat kita lihat di kehidupan sehari-hari kita, salah satunya di lingkungan Universitas. Banyak mahasiswa/i yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang yang berbeda dan tentunya memiliki bahasa daerah nya masing-masing.

Hal ini merupakan pencerminan dari sila ke-3 terkait persatuan Indonesia. Dalam konteks ini, bahasa Indonesia berperan vital sebagai alat pemersatu bangsa. Sesuai dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika.”.

Tidak dapat di pungkiri bahwa di zaman yang semakin maju dan berkembang ini, penggunaan bahasa Indonesia semakin menurun dan kebanyakan dimodifikasikan dengan bahasa asing dalam penggunaan sehari-hari. Tentunya hal ini akan sangat berpengaruh terhadap bahasa asli Indonesia dan akan menimbulkan dampak yang serius di masa mendatang.

Hal tersebut pada umumnya digunakan oleh remaja, mereka merasa dengan menggabungkan dua bahasa seperti bahasa Indonesia dan bahasa inggris akan terdengar lebih gaul dan keren, yang saat ini kita kenal dengan istilah bahasa slang. Adanya penggunaan bahasa slang ini biasanya disebabkan oleh film ataupun lagu yang mengandung bahasa asing. 

Di generasi saat ini, remaja seringkali beranggapan bahwa adanya eksistensi pembelajaran bahasa Indonesia di dunia pendidikan tidak terlalu penting. Padahal seharusnya dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini dapat kita jadikan salah satu pedoman dalam melestarikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan EYD.

Pada dasarnya tidak ada salahnya bagi kita untuk mempelajari bahasa asing, tetapi sebagai warganegara yang  berintegrasi, kita tidak boleh melupakan salah satu identitas NKRI yaitu bahasa pemersatu, bahasa Indonesia.

Bahasa asing yang saat ini menginvansi di tanah air jangan kita biarkan menggantikan keberadaan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Sesuai dengan pepatah yang berbunyi “di mana bumi di pijak, di situ langit dijinjing.

Sebagai bentuk pencerminan warga negara yang baik, sudah sepatutnya kita mencintai tanah air ini. Langkah sederhana yang dapat kita lakukan adalah dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sehari-hari.

Sudah selayaknya kita melestarikan dan menjaga keberadaan serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kita sebagai pemuda pemudi berperan penting dalam menjaga keaslian bahasa Indonesia yang sudah di perjuangkan keberadaannya sebagai bahasa resmi oleh para tokoh terdahulu.

Keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan seharusnya dapat menjadi alat pemersatu bagi kita yang memiliki latar belakang budaya, suku, dan bahasa yang berbeda-beda.

Cinta terhadap bahasa Indonesia bukanlah hal yang dapat dianggap biasa, melainkan sikap nyata yang harus diwujudkan dalam tindakan. Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab menjaga, mengembangkan, dan mengangkat martabat bahasa persatuan ini.

Mari kita jadikan bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, tetapi spirit pemersatu, pembawa pesan peradaban, dan pilar utama identitas bangsa. Bahasa kita, identitas kita!

Penulis: Muhammad Aras Abdullah, dkk (Fakultas hukum universitas Andalas)

Baca Juga

Oktavinus Warga Nagari Manggu Tana mengumpulkan pasir yang menimbun sawah usai diterjang banjir bandan, Senin 30 Maret 2026. Abdul Latif
Saat Petani Solok Bertahan Hidup dari Sisa Bencana
Tim gabungan melakukan pencarian pria lansia yang hilang. (Foto: BPBD Limapuluh Kota).
Berangkat ke Ladang, Pria Lansia di Limapuluh Kota Dilaporkan Hilang
Ketua DPD KSPSI Sumbar, Ruli Eka Putra. (Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id)
Gelombang Protes Buruh Sumbar: Upah Dipotong, Anggaran BPJS Diduga Digelapkan Perusahaan
Sejumlah warga menyeberangi sungai Batang Anai mengunakan rakit. (Foto: Camat 2x11 Kayu Tanam)
Jembatan Darurat Rusak Lagi, Putus Akses 3 Nagari di Padang Pariaman hingga Menyeberang Pakai Rakit
Puluhan massa buruh menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (4/5/2026). Foto: Buliza Rahmat/Langgam.id
Gubernur Sumbar Tak Muncul, Buruh Ancam Gelombang Demo Besar!
Berita Pessel - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Seorang tukang ojek ditangkap diduga melakukan pencabulan anak di bawah umur
Paman di Tanah Datar Cabuli dan Perkosa Keponakan: Tangan Diikat, Mulut Dibekap