Langgam.id – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan tidak terjadi pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Sumatera Barat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan kepadatan kendaraan yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh meningkatnya kebutuhan BBM, terutama Biosolar dan Pertalite.
“Kondisi ini berdampak pada meningkatnya aktivitas pengisian kendaraan angkutan barang, logistik, maupun konsumen di sejumlah SPBU sehingga menyebabkan kepadatan kendaraan pada jam-jam tertentu,” ujarnya, Rabu (1/7/2026)
Menurutnya, selain peningkatan konsumsi, kepadatan juga dipengaruhi adanya jeda waktu antara habisnya stok di SPBU dengan kedatangan mobil tangki yang membawa pasokan berikutnya.
“Situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika operasional distribusi BBM di lapangan,” ungkapnya.
Fahrougi menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh gangguan pasokan maupun pengurangan kuota BBM bersubsidi. Pertamina memastikan stok BBM di terminal berada dalam kondisi aman dan pengiriman ke seluruh SPBU tetap dilakukan setiap hari.
“Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh gangguan pasokan maupun pengurangan kuota BBM. Stok BBM di terminal dalam kondisi aman dan pengiriman ke SPBU tetap dilakukan setiap hari,” katanya.
Sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat, Pertamina telah melakukan penambahan penyaluran BBM bersubsidi.
“Penyaluran Biosolar ditingkatkan sekitar 10 persen, sementara Pertalite ditambah sekitar 5 persen dibandingkan dengan penyaluran normal,” tuturnya.
Langkah tersebut didukung melalui optimalisasi distribusi dari terminal BBM, pemanfaatan armada mobil tangki secara maksimal, serta koordinasi intensif dengan seluruh lembaga penyalur agar pasokan dapat segera diterima oleh SPBU.
Terkait informasi mengenai penyaluran Pertalite bagi nelayan di wilayah Padang Pariaman, Pertamina menyatakan masih melakukan penelusuran dan koordinasi dengan SPBU serta pihak terkait untuk memastikan kondisi yang sebenarnya di lapangan.
“Setiap informasi yang diterima akan kami tindak lanjuti untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap berjalan sesuai ketentuan, termasuk bagi nelayan yang telah memiliki surat rekomendasi sesuai peraturan yang berlaku,” tutupnya. (HER)





