Antrean Panjang Kendaraan Pengisi Solar di SPBU Ampang, Capai 500 Meter

Langgam.id- Antrean kendaraan yang mengisi bahan bakar jenis Bio Solar mengular di SPBU Ampang, Kota Padang, Kamis (2/7/2026) siang.

Berdasarkan pantauan Langgam.id sekitar pukul 15.30 WIB, panjang antrean mencapai sekitar 400 hingga 500 meter, mulai dari area SPBU hingga memakan bahu Jalan Ampang.

Kendaraan yang mengantre di antaranya, armada Trans Padang, mini truk, mobil pikap, hingga sejumlah minibus jenis Toyota Innova berbahan bakar solar. Kendaraan tampak mengular dalam satu jalur, sambil menunggu giliran mengisi bahan bakar.

Salah seorang petugas SPBU Ampang, Razir Kibran, mengatakan antrean sudah terjadi sejak SPBU mulai beroperasi pada pukul 07.00 WIB.

“SPBU buka jam 07.00 pagi, kendaraan yang mau mengisi Bio Solar sudah banyak menunggu. Sampai sekarang antrean masih terus berlangsung,” kata Razir saat ditanya Langgam.id.

Ia menjelaskan, stok Bio Solar di SPBU Ampang masih tersedia sebanyak 16 ton atau sekitar 19 ribu liter sehingga pelayanan pengisian masih terus dilakukan.

“Persediaan solar hari ini sekitar 16 ton atau kurang lebih 19 ribu liter dan masih tersedia untuk melayani kendaraan yang mengantre,” ujarnya.

Sementara itu, seorang sopir mini truk, Zikri , mengaku mulai mengantre sekitar pukul 14.30 WIB. Menurutnya, ia memilih mengisi BBM di SPBU Ampang, karena antreannya dinilai lebih pendek dibanding SPBU lain.

“Saya mulai antre sekitar jam setengah tiga siang. Di sini antreannya tidak terlalu panjang dibanding tempat lain, dan bus maupun truk yang mengisi solar juga tidak terlalu banyak,” katanya.

Hingga sore hari, antrean kendaraan masih terlihat memadati kawasan SPBU Ampang. Meski demikian, arus lalu lintas di sekitar lokasi masih dapat dilalui, meskipun sebagian bahu jalan dipenuhi kendaraan yang menunggu giliran mengisi Bio Solar. (fix)

Baca Juga

Daftar Kabupaten/Kota Kena Tegur Pemprov Terkait Penyusunan Peraturan Kepala Daerah
Daftar Kabupaten/Kota Kena Tegur Pemprov Terkait Penyusunan Peraturan Kepala Daerah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa penanganan dampak bencana hidrometeorologi tidak boleh dibebankan
Gubernur Layangkan Teguran untuk 12 Kabupaten/Kota, Susun Perkada Tanpa Fasilitasi Pemprov
Masyarakat Nagari Kubang Putiah Agam menolak trase Tol Sicincin-Bukittinggi. (Dok. Saluak Kreasi)
Pemerintah Batalkan Trase Tol Sicincin Bukittinggi yang Lewati Kubang Putiah
Suasana proses belajar mengajar di MAN 3 Padang, Rabu (15/7/2026).
Usai Insiden Bom Rakitan, Aktivitas Belajar di MAN 3 Padang Kembali Normal
Insiden MAN 3 Padang, Polda Sumbar Temukan 4 Bom, 1 Meledak 
Insiden MAN 3 Padang, Polda Sumbar Temukan 4 Bom, 1 Meledak 
Bekas ledakan bom rakitan di meja belajar miliki salah seorang siswa MAN 3 Padang.
Polda Ungkap Bahan Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang, Dari Kelereng hingga Mesiu