Alasan Pemko Padang Enggan Kirim BLT Covid-19 Lewat Pos ke Masyarakat

BLT Corona Tahap II Padang | Pengaduan Penyaluran Bansos

Ilustasi Bansos untuk warga terdampak Corona (langgam.id)

Langgam.id – Sebanyak 74.126 kepala keluarga (KK) tercatat sebagai penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemerintah Kota Padang. Setiap KK terdata, diberikan sebesar Rp600 ribu untuk bantuan bulan April.

Dalam penyaluran bantuan ke masyarakat, Pemerintah Kota Padang memperdayakan para ketua rukun tetangga (RT). Dari Dinas Sosial, dana dikirim ke Bank Nagari yang kemudian ditransfer ke 104 kelurahan di 11 kecamatan. Setelah itu diteruskan ke RT masing-masing.

Cara penyaluran bantuan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang ini berbeda dari bantuan lainnya. Seperti bantuan sosial tunai (BTS) dari Kementerian Sosial serta BLT Pemprov Sumatra Barat (Sumbar) yang memanfaatkan PT Pos Indonesia dalam penyaluran bantuan.

Kepala Dinas Sosial Kota Padang Afriadi mengakui sengaja tidak mengunakan jasa PT Pos Indonesia. Selain sebagai penghemat anggaran, langkah ini juga mengurangi beban PT Pos Indonesia karena kekurangan personel.

“Tidak akan sanggup PT Pos membayar sebanyak 74.126 KK. Baguslah kita manfaatkan RT yang banyak. Sedangkan yang 28 ribu (data BTS Kemensos) PT Pos kalang kabut,” ujar Afriadi dihubungi langgam.id, Rabu (13/5/2020).

Menurut Afriadi, dalam pendistribusian dana bantuan mengunakan jasa PT Pos Indonesia, maka akan membayar Rp17 ribu untuk satu kepala keluarga. Makanya lebih bagus menggunakan jasa ketua RT yang telah ada.

“Tentu membayar mengunakan jasa PT Pos Indonesia, siapa yang membayar tidak tahu. Itu urusan orang pusat,” katanya.

Ia menegaskan meskipun mengunakan jasa para ketua RT, dalam penyaluran bantuan ke masyarakat akan tetap di awasi. Sehingga, penyaluran tepat saran sesuai nama dan alamat penerima.

“Tentu diawasi, kalau tidak hilang uang itu nanti. Nanti dibuat surat, diawasi oleh DPRD, PNS, camat dan lurah ke bawah yang menerima itu sesuai tidak by name by address,” tegasnya.

Afriadi mengungkapkan BLT dari Pemerintah Kota Padang telah sampai ke tahap penyetoran ke bank, kemudian ditransfer ke masing-masing rekening kelurahan. Selanjutnya, diserahkan ke RT baru diberikan kepada penerima.

“Hari ini selesai semua. Nanti diserahkan ke bank, (dari) bank yang transfer ke kelurahan,” tuturnya.

Seperti diketahui dana bantuan covid-19 itu diambil dari Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Kota Padang sebesar Rp44 miliar lebih. Pemberian bantuan hanya berlaku untuk satu bulan, untuk bulan selanjutnya masih belum ditentukan karena Pemerintah Kota Padang minim anggaran.

“Kami cairkan Rp600 ribu ini untuk bulan April saja. Selanjutnya untuk bulan berikutnya kami tidak tahu, apakah masih ada uang Pemerintah Kota Padang,” katanya. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Kondisi tenda pengungsi warga terdampak banjir di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada Minggu (9/8/2026)
Cerita Korban Banjir Padang yang Masih Memilih Tinggal di Tenda Pengungsian