Aktivitas Belajar Mengajar di SMPN 41 Padang Ditargetkan Jumat Pascabanjir

Aktivitas Belajar Mengajar di SMPN 41 Padang Ditargetkan Jumat Pascabanjir

Kondisi SMPN 41 Padang yang masih dipenuhi material lumpur pascabanjir. (Foto: Ghaffar Ramdi/Langgam.id)

Langgam.id – Pembersihan material pascabanjir menerjang SMP Negeri 41 Padang terus dilakukan pada Rabu (5/8/2026). Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemadam Kebakaran masih berjibaku membersihkan lumpur yang mengendap di lingkungan sekolah.

Pantauan Langgam.id di lokasi, proses pembersihan dilakukan dengan menyemprotkan air menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran ke ruang-ruang kelas yang terdampak banjir. Selain itu, petugas juga membersihkan endapan lumpur yang masih menutupi sejumlah titik di area sekolah.

Kepala SMP Negeri 41 Padang Amridas mengatakan, aktivitas belajar mengajar diperkirakan baru dapat kembali dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026), apabila proses pembersihan berjalan sesuai rencana dan kondisi cuaca mendukung.

“Endapan lumpur di beberapa titik masih cukup tebal sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk membersihkannya,” ujar Amridas saat ditemui Langgam.id di sekolah, Rabu (5/8/2026).

Ia mengatakan percepatan pembersihan sangat bergantung pada dukungan personel yang dikerahkan Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, apabila bantuan tenaga pembersih terus ditambah dan cuaca tetap cerah tanpa hujan, proses pemulihan sekolah dapat berlangsung lebih cepat.

“Kalau bantuan petugas terus ada dan cuaca mendukung, tentu prosesnya bisa lebih cepat. Tapi semuanya tergantung kondisi di lapangan,” katanya.

Amridas menyebut SMP Negeri 41 Padang memiliki lebih dari 400 siswa yang terbagi dalam 14 rombongan belajar. Dari seluruh ruang kelas tersebut, hanya ruang kelas VII yang berada di lantai dua sehingga tidak terdampak banjir.

Sementara itu, sebagian besar ruang kelas lainnya masih harus dibersihkan karena dipenuhi sisa lumpur. Meja, kursi, serta sejumlah fasilitas belajar juga masih dalam proses dibersihkan sehingga belum dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Hari ini aktivitas belajar mengajar masih belum bisa dilakukan karena meja, kursi, dan fasilitas lainnya masih dibersihkan dari sisa material lumpur,” tuturnya. (WAN)

Baca Juga

Kondisi terkini banjir kanal kota Padang tempat penyelenggaraan cabor dayung di Porprov Sumbar 2026.(Panitia Porprov Sumbar)
Dua Cabor Porprov Sumbar 2026 Terganggu Hujan Deras, Dayung Terancam Tertunda
Petugas BPBD Agam memantau kondisi sungai mengantisipasi banjir akibat hujan deras. (Dok. BPBD Agam)
Waspada Hujan Deras, BPBD Agam Siagakan Petugas Pantau Sungai Batang Kumayo
Salah satu kafe yang terendam banjir di kawasan Kampus III UIN Imam Bonjol Padang. (Dok. Istimewa)
Banjir Rendam Kafe-kafe di Seputaran Kampus III UIN Imam Bonjol Padang
Kondisi banjir di kawasan Lumin Park Lubuk Minturun, Koto Tangah, Padang. (Dok. Istimewa)
Hujan Deras Picu Banjir di Kota Padang, Lubuk Minturun dan Guo Kembali Terendam
Sejumlah wilayah di Pesisir Selatan diterjang banjir hingga longsor karena dipicu hujan deras. (Dok. BPBD Kabupaten Pesisir Selatan)
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan, Sejumlah Titik Butuh Alat Berat
Polresta Padang akhirnya membekuk terduga pelaku pembunuhan seorang wanita yang ditemukan tewas di sebuah hotel di Padang. (Dok. Polresta Padang)
Terduga Pelaku Pembunuhan Perempuan di Hotel Padang Ditangkap, Diburu Gegara Ponsel Tertinggal