1.631 Tenaga Kesehatan di Tanah Datar Siap Jadi yang Pertama Divaksin

Langgam.id – Sebanyak 1.631 tenaga kesehatan di Tanah Datar siap menjalani vaksinasi covid-19. Kelompok ini akan menjadi kelompok pertama yang divaksin di Tanah Datar.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar Roza Mardiah mengatakan, kelompok ini akan menjadi yang pertama divaksin setelah Bupati Tanah Datar.

“Jadi nanti akan dicanangkan lebih dahulu oleh pimpinan daerah, Kita juga menunggu surat resmi dari provinsi, setelah itu akan dilakukan vaksinasi,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari situs resmi Tanah Datar.

Menurutnya, pemberian vaksin juga harus sesuai kriteria. DI antaranyaa penerima tidak boleh memiliki penyakit penyerta/komorbid, seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, dan diabetes.

Selain itu pernah dikonfirmasi covid-19, memiliki penyakit auto imun, dan ibu hamil dan menyusui.

“Yang divaksin usianya juga harus dari 18-59 tahun,” tambahnya.

Setelah tenaga kesehatan, selanjutnya yang akan divaksin adalah TNI dan Polri, petugas pelayanan publik, ASN, pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan secara bertahap diberikan kepada masyarakat.(*/Ela)

Baca Juga

Dari Pitalah ke Purus, Ketupat Khas Kuah Kuning Bertahan Lebih dari 30 Tahun
Dari Pitalah ke Purus, Ketupat Khas Kuah Kuning Bertahan Lebih dari 30 Tahun
Masyarakat Pandai Sikek Tolak Trase II Tol, Khawatir Lahan Pertanian Tergerus
Masyarakat Pandai Sikek Tolak Trase II Tol, Khawatir Lahan Pertanian Tergerus
Tanah Datar Kembali Juara I TPID Berprestasi Sumatra, Ini Kali Keenam
Tanah Datar Kembali Juara I TPID Berprestasi Sumatra, Ini Kali Keenam
Mobil masuk jurang di Tanah Datar. (Dok. Istimewa)
Toyota Avanza Masuk Jurang Kelok Sikumbang Tanah Datar, Pengemudi Luka-luka
Kabut Asap Meningkat, Bupati Eka Putra Imbau Masyarakat Kurangi Kegiatan di Luar Ruangan
Kabut Asap Meningkat, Bupati Eka Putra Imbau Masyarakat Kurangi Kegiatan di Luar Ruangan
Dinas Kehutanan: 23 Karhutla Selama Januari hingga September 2026 di Sumbar
Dinas Kehutanan: 23 Karhutla Selama Januari hingga September 2026 di Sumbar