Plt Wali Kota Sebut Banjir di Padang Karena Fenomena Alam, Bukan Drainase

Plt Wali Kota Sebut Banjir di Padang Karena Fenomena Alam, Bukan Drainase

Banjir di Jondul, Padang. (Yesi Natalia/langgam.id)

Langgam.id – Menyikapi banjir yang terjadi beberapa kali dalam satu bulan terakhir, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa akhirnya angkat bicara. Hendri menyangkal banjir tersebut terjadi karena drainase kota yang buruk.

Menurutnya, banjir disebabkan oleh adanya fenomena angin yang berhembus dari samudera. Hal ini menyebabkan air laut pasang, sehingga air yang mengalir dari hulu terjebak di kawasan kota.

“Banjir itu sempat terjadi karena hujan yang turun tak henti-henti selama 5 jam, dan juga ada fenomena alam ada angin yang dibawa dari samudera sehingga membuat laut pasang. Sehingga air yang turun dari hulu, itu bertemu di kota,” ujar Hendri saat menghadiri Hari Peringatan 11 Tahun Gempa 30 Semptember 2009, di Monumen Gempa, Kota Padang (30/09/2020).

Baca juga: Banjir Besar Padang 1907, Latar Belanda Menggagas Pembuatan Banda Bakali

Lebih lanjut, Hendri mengaku drainase Kota Padang sudah baik karena pihaknya kerap melakukan perbaikan berkala.

“Kita selalu lakukan pembersihan, apalagi kita sudah perbaikan trotoar dan drainase selama ini kita lakukan dengan baik,” sebutnya.

Hendri menyayangkan masyarakat Kota Padang yang masih belum sadar akan lingkungan sekitar. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan.

“Ini yang menjadi tugas berat kami untuk selalu dan selalu mengedukasi warga masyarakat Kota Padang. Tolong jaga lingkungannya, karena sekarang ini cuaca ekstrim. Agar tidak terjadi banjir yang merugikan kita dan keluarga kita,” tukas Hendri.

Sebelumnya, dalam bulan September saja Kota Padang sudah dilanda banjir dua kali. Banjir menggenangi beberapa titik dengan ketinggian berbeda, mulai dari 30 cm hingga 1,5 meter. (Fath/ABW)

Baca Juga

Banjir dan longsor melanda Jorong Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (30/12/2025)
Banjir dan Longsor Landa Salareh Aia Agam, 3 Warga Selamat Usai Sempat Tertimbun
Kondisi jembatan kereta api Lembah Anai pascabanjir akhir November lalu. IST
Respon Menteri Kebudayaan Soal Rencana Pembongkaran Jembatan Kereta Api Lembah Anai
Personil kepolisian membawa jenazah korban galodo di Nagari Salareh Aia Timur.
Pemerintah Agam Setop Pencarian Korban Galodo
Jembatan kembar Silaing Padang Panjang usai diterjang banjir bandang dan longsor 27 November 2025. Foto: Kementerian PU
Kementerian PU Cek Struktur Jembatan Kembar Usai Dilanda Banjir
Presiden Prabowo Subianto meninjau perbaikan jalan nasional di Lembah Anai
Prabowo Tinjau Pengerjaan Jalan Nasional Lembah Anai
Prabowo saat mengunjungi posko darurat di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam pada Rabu pagi (18/12/2025)
Kunjungi Salareh Aia, Prabowo Janji Huntara Rampung dalam Satu Bulan