5 Kasus Baru Covid-19 Sumbar dari 4 Kota dan Kabupaten, Jubir: Ada Lokal dan Impor

sampel

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal (Foto: Dok. Pribadi / FB Jasman Rizal)

Langgam.id – Jumlah warga Sumatra Barat (Sumbar) yang terkena virus corona atau covid-19 dilaporkan bertambah 5 orang pada Kamis (9/7/2020). Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar Jasman Rizal mengatakan, 5 kasus itu berasal dari 4 kota dan kabupaten. Selain transmisi lokal, juga ada yang impor.

Menurutnya, sebaran 5 orang tersebut berasal dari Padang, Kabupaten Solok, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. “Sebanyak 2 orang berasal dari Kota Padang, 1 orang dari Kabupaten Solok, 1 orang dari Kota Payakumbuh dan 1 dari Kabupaten Limapuluh Kota,” katanya, saat dihubungi Langgam.id, Kamis pagi.

Ia mengatakan, 5 kasus saat ini ada yang berasal dari transmisi lokal. Ada juga yang berasal dari impor atau penularan dari luar Sumbar. Saat ini tim gugus tugas terus melakukan tracing terhadap riwayat kontak pasien. “Ada dua-duanya transmisi lokal dan impor, saat ini tim gugus tugas melaksanakan tracing dan tracking,” katanya.

Namun ia belum menjelaskan informasi rinci terhadap kasus tersebut. Menurutnya akan disampaikan nanti sore untuk memverifikasi informasi terkait transmisi dari luar Sumbar. “Kita tunggulah petugas yang sedang melakukan tracing, kita cek dulu, memang ada kasus impor, nanti kita informasikan,” katanya.

Baca Juga: Data Covid-19 Sumbar 9 Juli 2020: Positif Bertambah 5 dan Sembuh 8 Orang

Sebelumya, dalam keterangan tertulis, Jasman merilis, dengan penambahan 5 kasus baru itu, total warga Sumbar yang telah positif terinfeksi covid-19 sampai hari ini adalah 785 orang. Sebanyak 653 orang sembuh, dirawat dan karantina 100 orang, dan meninggal dunia 32 orang. (Rahmadi/SS)

Baca Juga

Ilustrasi kekerasan anak. (Dok. Istimewa)
10 Fakta Mencemaskan Kekerasan Anak di Sumbar yang Naik Drastis, Korban Dilecehkan hingga Disiksa Ayah Kandung
Khairul Jasmi. (Foto: Do. Probadi)
Tutup Saja Jalan Lembah Anai, Ada Jalur Lain Sejak Zaman Belanda
Ketua Tim Koordinasi Penanganan Pelanggaran Pemanfaatan Ruang Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat meninjau bangunan rangka besi hotel di Lembah Anai, pada Senin 16 Februari 2026.
Tarik Ulur Pembongkaran Bangunan Lembah Anai, dari Maladministrasi hingga Putusan Sela 
Peserta antusias mengikuti seminar. (Foto: Istimewa)
HGI Dorong Literasi Digital sebagai Benteng Generasi Muda
Ekonomi Sumbar Pascabencana Bergeliat, Pasar Rakyat hingga UMKM Kembali Bergerak
Ekonomi Sumbar Pascabencana Bergeliat, Pasar Rakyat hingga UMKM Kembali Bergerak
Pemprov Bakal Bangun Pembatas Jalan Kawat Baja di Lembah Anai
Pemprov Bakal Bangun Pembatas Jalan Kawat Baja di Lembah Anai