Ibu Hamil Meninggal karena Corona di Bukittinggi, Hasil Tes Swab Suami Negatif

Hasil Tes Swab Suami Ibu Hamil yang Meninggal karena Corona di Bukittinggi Negatif

Ilustrasi (Foto: ShutterStock)

Langgam.id – Hasil pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung (spesimen) seorang tahanan di Polres Bukittinggi dinyatakan negatif. Tahanan berinisial S itu merupakan suami dari ibu hamil delapan bulan yang meninggal dunia akibat positif Virus Corona (Covid-19).

Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso membenarkan hal tersebut. Namun pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan spesimen untuk yang kedua kalinya.

“Pemeriksaan pertama negatif terhadap tahanan berinisial S ini. Akan tetapi untuk memastikan, kemarin kembali kita lakukan swab di RSAM Bukittinggi, untuk hasil masih menunggu,” ujar Iman dalam keterangan tertulis yang diterima Langgam.id, Senin (13/4/2020) siang.

Selain seorang tahanan yang merupakan suami almarhumah, Pemerintah Kota (Pemko) bersama Polres Bukittinggi juga telah melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) terhadap 47 tahanan lainnya. Hasil rapid test tersebut semuanya dinyatakan negatif Covid-19.

“Kami juga melakukan rapid test terhadap 44 personel polres, termasuk pejabat utama, hasilnya juga negatif. Begitupun untuk tetangga almarhumah sebanyak 28 orang, hasilnya juga negatif,” jelasnya.

Dijelaskan Imam, untuk hasil tes sebanyak enam personel satuan reserse narkoba masih menunggu pemeriksaan spesimen. Personel ini merupakan yang melakukan penangkapan terhadap tahanan berinisial S karena terlibat narkoba.

“Semoga hasilnya juga negatif. Termasuk hasil swab kedua tahanan S ini. Sehingga semuanya aman dan terbebas dari virus,” katanya. (Irwanda/ZE)

Baca Juga

Rencana penataan ulang halaman pintu masuk kebun binatang. IST
Penjelasan Pemko Bukittinggi Soal Penataan Pintu Masuk Kebun Binatang Usai Polemik dari Pedagang
Pemko Bukittinggi merelokasi pedanga di depan pintu masuk kebun binatang ke area Pasar Atas.
Penataan Pintu Masuk Kebun Binatang, Pemko Bukittinggi Relokasi Pedagang ke Pasar Atas
Kalandra Muhammad Azis, bocah berusia 4 tahun 8 bulan dari Bukittinggi menderita leukemia langka. (Dok. Istimewa)
Bocah 4 Tahun Asal Bukittinggi Berjuang Lawan Leukemia Langka, Butuh Bantuan Operasi ke Luar Negeri
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias membuka rapat kerja Pra Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) I Apeksi
Yayasan Ford de Kock Laporkan Walikota Bukittinggi ke KPK
melakukan rotasi besar-besaran untuk jabatan kapolres di Sumatra Barat
Universitas Fort De Kock Polisikan Wali Kota Bukittinggi
GMNI Se-Sumbar Desak Usut Dugaan Kekerasan Satpol PP di Kampus Fort De Kock
GMNI Se-Sumbar Desak Usut Dugaan Kekerasan Satpol PP di Kampus Fort De Kock