Langgam.id- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang memperpanjang pembelajaran jarak jauh atau PJJ bagi siswa PAUD, SD, dan SMP hingga 21 Oktober 2026. Perpanjangan ini dilakukan, karena kondisi kabut asap kebakaran lahan dan hutan atau karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa di tengah kondisi kabut asap.
“PJJ diperpanjang hingga 21 Oktober 2026. Kondisi kabut asap masih tebal. Dan kita ambil langkah ini untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa,” kata Yopi saat dikonfirmasi.
Selama PJJ, siswa mengikuti pembelajaran dari rumah melalui platform digital atau media komunikasi, yang disesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah.
Sementara itu, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap masuk sekolah, untuk memastikan pembelajaran jarak jauh berjalan dengan baik.
Kemudian Yopi meminta orang tua atau wali murid mengawasi anak selama mengikuti pembelajaran daring. Siswa diharapkan tetap berada di rumah selama jam belajar, dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
“Kami mengimbau orang tua atau wali murid untuk mengawasi anak selama pembelajaran daring. Anak-anak diharapkan tetap berada di rumah selama jam belajar dan membatasi aktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Ia berharap kondisi kualitas udara di Kota Padang segera membaik, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara tatap muka.
Selama PJJ, keaktifan siswa selama mengikuti pembelajaran daring tetap dihitung sebagai kehadiran.
“Semoga kualitas udara segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar bisa kembali berlangsung secara tatap muka dengan aman. Selama PJJ, kami meminta sekolah tetap memastikan pembelajaran berjalan dengan baik,” tuturnya.






