4 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Tambang Ilegal Solok Selatan

Update Tambang Batu Bara Meledak di Sawahlunto: 6 Meninggal, 2 Selamat

Ilustrasi tambang.

Langgam.id – Empat orang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di lokasi tambang emas ilegal di Jorong Jujutan, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar).

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar meminta kejadian ini menjadi yang terakhir, dan mengimbau masyarakat menghentikan aktivitas penambangan tanpa izin.

Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto mengatakan, aktivitas penambangan emas ilegal memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan manusia. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat menolak kegiatan tersebut agar tidak kembali menimbulkan korban jiwa.

“Kami berharap ini menjadi pembelajaran terakhir bagi semua pihak. Jangan sampai ada lagi korban jiwa akibat aktivitas penambangan tanpa izin,” kata Helmi kepada Langgam.id, Jumat (9/10/2026).

Helmi mengungkapkan, berdasarkan informasi sementara yang diterimanya dari Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan, lima orang tertimbun material longsor setelah dinding di lokasi tambang runtuh pada Senin malam.

Dari lima orang tersebut, empat orang meninggal dunia, sedangkan satu orang lainnya selamat dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Informasi yang saya terima dari Sekda bahwa lima orang tertimbun material setelah dinding di lokasi tambang runtuh,” jelasnya.

Menurut Helmi, kelima korban merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang. Saat kejadian, mereka sedang mendulang emas di dekat area tebing.

“Para korban mendulang di dekat lokasi tebing yang kemudian tertimbun material dari dinding tambang yang runtuh,” kata dia.

Helmi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga menyayangkan kembali terjadinya insiden yang merenggut nyawa dalam aktivitas penambangan tanpa izin di Sumatera Barat.

Ia menegaskan, bahaya penambangan emas ilegal tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

“Kami mengimbau seluruh komponen masyarakat, terutama warga di sekitar lokasi, untuk menolak semua aktivitas penambangan tanpa izin karena kegiatan ini sangat mengancam nyawa manusia,” ungkapnya.

Helmi menyebutkan, Dinas ESDM Sumbar masih menunggu informasi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk memastikan perkembangan kejadian tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polda Sumbar yang sudah mendatangi lokasi kejadian. (WAN)

Baca Juga

Rapor Siswa SD dan SMP di Padang Dibagikan Via Online
Kabut Asap Makin Pekat, Pemkab Solsel Alihkan Pembelajaran SD-SMP ke Rumah
Menyorot Tambang Emas Ilegal yang Merusak Bentaran Alam Pasaman Barat
Menyorot Tambang Emas Ilegal yang Merusak Bentaran Alam Pasaman Barat
Jangan Tunggu Video PETI Viral, LBH Padang Desak Pemerintah Verifikasi dan Tindak di Lapangan
Jangan Tunggu Video PETI Viral, LBH Padang Desak Pemerintah Verifikasi dan Tindak di Lapangan
Rencana Kantor DPRD Solok Selatan, Ruang Sidang Dirancang Tampung 800 Orang
Rencana Kantor DPRD Solok Selatan, Ruang Sidang Dirancang Tampung 800 Orang
Viral Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat, Alat Berat Keruk Sungai
Viral Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat, Alat Berat Keruk Sungai
Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Dharmasraya Disikat, Polisi Siapkan Patroli Berkala
Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Dharmasraya Disikat, Polisi Siapkan Patroli Berkala