Langgam.id- Empat penambang emas tradisional tewas tertimbun tanah dan bebatuan saat bekerja di kawasan Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, Selasa (6/10/2026) dini hari.
Kapolres Solok Selatan, AKBP Andreanaldo Ademi, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB malam hari.
“Ketika kejadian empat korban sedang mengambil material di tebing yang terjal. Seketika tebing tersebut runtuh dan menimbun mereka,” katanya.
Material longsor berupa tanah dan bebantuan yang menimbun korban merupakan hasil galian para pendulang selama mencari emas dengan cara tradisional. Melihat kejadian tersebut para penambang lainnya mencoba untuk membantu empat korban.
Ketika proses evakuasi empat korban, tanah longsor tersebut tebal dan tanahnya bercampur dengan bebatuan sehingga proses evakuasi cukup lama.
“Para korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 05.00 WIB,” kata Andreanaldo.
Kemudian ia mengatakan, keempat korban setelah dievakuasi sempat dibawa ke rumah sakit sebelum diberikan kepada keluarga korban.
“Saat proses evakuasi, nyawa empat korban sudah tidak tertolong,” katanya.
Keempat korban tersebut di antaranya, Defriadi (40), warga Jorong Kampuang Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara, Rafli (35), warga Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang. Sedangkan Dani (25) dan Zul Fatrianto (35), warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur.
Andreanaldo mengatakan, para penambang di lokasi tersebut mencari emas dengan cara tradisional, yakni mendulang. Polisi klaim tidak ada alat berat jenis PC di lokasi penambangan.
“Mereka menambang secara tradisional seperti mendulang,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah keseluruhan penambang yang berada di lokasi saat longsor terjadi belum diketahui. Kepolisian baru memastikan empat orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
“Jumlah pastinya data penambang tradisional belum ada, namun data informasi meninggal yang kita dapatkan sesuai, yaitu empat orang,” katanya.






