Langgam.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatra Barat (Sumbar) meminta pemerintah segera menelusuri penyebab laporan gangguan kendaraan setelah mengisi Pertalite di sejumlah SPBU.
Permintaan itu disampaikan menyusul adanya laporan 108 kendaraan mengalami gangguan setelah mengisi Pertalite. YLKI menilai penyebab persoalan tersebut perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran secara menyeluruh.
Kepala YLKI Sumbar Zulnadi mengatakan, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan. Pemerintah perlu segera memastikan penyebab dan mengambil langkah untuk melindungi konsumen.
“Pemerintah mestinya cepat mengambil kebijakan yang bisa mengatasi masalah BBM ini. Cari sebab dan akar masalahnya,” kata Zulnadi, Rabu (30/9/2026).
Ia juga meminta Pertamina memastikan kualitas BBM yang didistribusikan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan. Menurutnya, setiap keluhan konsumen perlu ditangani secara serius agar persoalan tidak berkembang lebih luas.
Selain pemerintah daerah, Zulnadi meminta aparat penegak hukum turut menelusuri kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan situasi terkait persoalan BBM tersebut.
Kata dia, penelusuran diperlukan untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran dalam rantai penyediaan maupun distribusi BBM.
“Jangan dengan dalih BBM langka ada oknum yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ini yang perlu ditelusuri oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.
Zulnadi mengungkapkan, persoalan BBM berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap masyarakat. Gangguan pasokan maupun keluhan terkait kualitas BBM dapat memengaruhi mobilitas serta aktivitas ekonomi warga.
“Multiefek dari kelangkaan ini berdampak pada ekonomi lain. Berbagai kebutuhan warga juga merangkak naik,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah segera menuntaskan persoalan tersebut dan memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama terkait penyebab gangguan dan langkah penanganannya.
“Kita prihatin dengan kondisi sekarang seperti tidak ada solusi. Kita berharap pemerintah segera menuntaskannya,” tuturnya. (WAN)





