Langgam.id – Lima sekolah dasar (SD) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Rabu (30/9/2026).
Simulasi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Sumbar. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum untuk mengingat kembali bencana gempa dan tsunami yang melanda Sumbar pada 2009.
Sekretaris BPBD Sumbar Ilham Wahab mengatakan, simulasi dipusatkan di kawasan Pariaman dengan melibatkan masyarakat dan siswa dari lima sekolah di Kabupaten Padang Pariaman.
Lima sekolah yang terlibat yakni SDN 03 Naras Hilir, SDN 12 Naras 1, SDN 01 Balai Naras, SDN 23 Balai Naras, dan SDN 11 Cubadak Air Utara.
Dalam skenario simulasi, siswa bersama masyarakat diarahkan meninggalkan sekolah setelah terjadi gempa yang berpotensi memicu tsunami. Mereka kemudian mengikuti jalur evakuasi menuju kawasan yang lebih tinggi.
“Dalam skenario simulasi, para siswa dan masyarakat diarahkan meninggalkan sekolah dan mengikuti rute evakuasi menuju kawasan yang lebih tinggi,” ujar Ilham, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, jalur evakuasi dimulai dari masing-masing sekolah menuju SDN 11 Cubadak Air. Dari lokasi tersebut, peserta kemudian melanjutkan perjalanan menuju titik akhir evakuasi di Lapangan Josal Football Academy.
Lokasi tersebut berada di kawasan dengan ketinggian sekitar 10 meter di atas permukaan laut.
“Titik terakhir evakuasi jika ada bencana gempa bumi dan tsunami berada di Lapangan Josal Football Academy,” kata dia.
Simulasi ini sekaligus menjadi sarana bagi siswa dan masyarakat untuk mengenali jalur evakuasi serta titik berkumpul yang dapat digunakan ketika terjadi gempa bumi yang berpotensi disusul tsunami.
Ilham mengungkapkan, pemahaman terhadap jalur evakuasi penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan tsunami.
“Kegiatan tersebut diharapkan membuat masyarakat, khususnya siswa yang berada di kawasan rawan, lebih memahami langkah yang harus dilakukan dan rute yang perlu ditempuh saat terjadi bencana,” tuturnya. (WAN)






