Langgam.id- Pemerintah Kota (Pemko) Solok meminta pertimbangan Gubernur Sumatra Barat terkait pelaksanaan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026.
RSBG dijadwalkan bersamaan dengan pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Barat pada 2 Oktober 2026.
Persiapan kedua kegiatan tersebut, sebelumnya sudah memasuki tahap akhir. Persiapan melibatkan masyarakat Kota Solok dan 14 nagari di Kabupaten Solok.
Namun, rencana itu berubah setelah galodo melanda Kabupaten Solok pada 21 September 2026. Bencana tersebut, mengganggu sejumlah pelayanan pemerintahan dan membuat pemerintah daerah menetapkan masa tanggap darurat.
Kondisi tersebut, juga dirasakan masyarakat Kota Solok. Pemko Solok kemudian menerima aspirasi agar pelaksanaan RSBG ditunda.
Sebanyak 14 nagari yang sebelumnya akan ikut dalam RSBG juga menyampaikan permintaan serupa. Mereka bahkan menyatakan akan mengundurkan diri jika kegiatan tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Sekretaris Daerah Kota Solok, Desmon, mengatakan penundaan RSBG merupakan aspirasi masyarakat. Kondisi tanggap darurat menjadi pertimbangan utama.
“RSBG ini aspirasi masyarakat ditunda. Sekarang masih dalam suasana tanggap darurat, tidak etis rasanya melaksanakan baralek gadang,” kata Desmon, Senin (28/9/2026).
Meski meminta RSBG ditunda, Pemko Solok menegaskan Porprov tetap berjalan sesuai jadwal. Pelaksanaan Porprov merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan KONI Sumbar.
“Kalau jadwal Porprov tidak ada pengunduran karena itu haknya provinsi. Kalau tetap dilaksanakan, tidak masalah juga, kita siap,” ujarnya.
Desmon mengatakan Porprov tetap dijadwalkan pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Pemko Solok akan mengikuti keputusan pemerintah provinsi terkait pelaksanaannya.
“Untuk meminta pengunduran itu wewenang provinsi, karena jadwal sudah ditetapkan. Jadi Porprov tetap dilaksanakan,” katanya.
Pemko Solok juga menyampaikan opsi jika pembukaan Porprov tetap digelar pada 2 Oktober dan dipindahkan ke daerah lain. Properti yang telah disiapkan untuk acara diharapkan tetap dapat digunakan.
Sementara itu, jika rangkaian kegiatan ditunda, Pemko Solok tetap siap menjadi tuan rumah pembukaan Porprov, yang dirangkai dengan RSBG.
Dan dilakukan pelaksanaan kegiatan pada minggu keempat Oktober, atau minggu pertama November 2026.
“Kalau memungkinkan, kita berharap bisa dilaksanakan pada minggu terakhir Oktober,” ujarnya. (HER)






