Pengamat Ingatkan Wacana Pergantian Nama Bandara Minangkabau Dikaji Mendalam

Kunjungan wisman ke Sumatra Barat (Sumbar) melalui Bandara Internasional Minangkabau pada April 2023 mencapai 4.100 kunjungan.

Bandara Internasional Minangkabau (BIM) merupakan pintu masuk wisman ke Sumbar. (Foto: Dok. Pemko Padang)

Langgam.id -Pengamat transportasi dari Universitas Andalas Yostrizal menyoroti wacana perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Syekh Burhanuddin.

Menurutnya, usulan menggunakan nama tokoh pada sebuah bandara pada dasarnya tidak menjadi persoalan, namun perlu dikaji secara mendalam sebelum direalisasikan.

Yostrizal mengatakan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan pemerintah dalam wacana perubahan nama tersebut. Salah satunya terkait identitas dan singkatan bandara yang selama ini dikenal dengan tiga huruf.

“Biasanya singkatan nama untuk bandara itu tiga huruf. Nah, ini apa singkatannya?” kata Yostrizal Jumat (25/9/2026).

Selain itu, ia mempertanyakan apakah nama Bandara Internasional Minangkabau yang digunakan saat ini memang memiliki persoalan sehingga perlu diganti.

Selain itu menurutnya, perubahan nama bandara juga membutuhkan sosialisasi kembali, terutama kepada dunia internasional. Hal tersebut dinilai penting agar perubahan nama tidak menimbulkan kebingungan bagi pengguna jasa penerbangan.

Yostrizal menjelaskan, pada umumnya nama bandara di berbagai negara menggunakan identitas wilayah sehingga lebih mudah dikenali dan dirasakan sebagai identitas bersama.

Ia mencontohkan sejumlah bandara yang menggunakan nama wilayah seperti Dubai, Doha, dan Miami. Sementara bandara yang menggunakan nama tokoh biasanya merujuk pada tokoh yang dikenal secara internasional, seperti mantan presiden atau pahlawan yang memiliki jasa besar.

Terkait dampak perubahan nama terhadap pelayanan, Yostrizal menilai pergantian nama tidak serta-merta memberikan perubahan terhadap kualitas pelayanan di bandara.

“Dampak yang lebih pasti justru berada pada sisi keuangan karena perubahan nama akan membutuhkan penyesuaian berbagai dokumen, merek, media promosi dan kebutuhan lainnya,”ucapnya,

Ia juga menilai kebingungan pada tahap awal sangat mungkin terjadi apabila sosialisasi perubahan nama tidak dilakukan secara masif dan tidak menjangkau seluruh pemangku kepentingan, khususnya pihak luar negeri.

Menurut Yostrizal, dampak perubahan nama juga perlu dilihat dari karakteristik wisatawan atau penumpang yang menggunakan BIM. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti seberapa banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Sumatera Barat untuk berziarah ke makam Syekh Burhanuddin.

“Kalau memang banyak dan tersebar luas, tentu akan semakin membuat mereka lebih mudah mengenal nama baru bandara ini,” katanya.

Namun, apabila wisatawan mancanegara yang datang melalui BIM lebih banyak memiliki tujuan lain, seperti menuju Kepulauan Mentawai, perubahan nama berpotensi membuat calon penumpang kembali mempelajari informasi mengenai bandara tersebut.

“Maka mereka akan cek konektivitas transportasi, baik darat maupun udara ke kota tujuan, seolah ini adalah bandara baru,” ujarnya.

Karena itu, Yostrizal berharap pemerintah melakukan kajian secara mendalam sebelum mengambil keputusan terkait perubahan nama BIM.

“Saya berharap pemerintah mengkaji ulang secara mendalam wacana pergantian nama ini. Apakah seimbang dengan pengorbanan yang dilakukan karena pergantian nama ini. Apa keuntungannya ganti nama,” katanya.

Baca Juga

Sosok Kapolsek BIM Ipda Wahid Mashadi, Lulusan Pesantren Hamka yang Lebaran Bersama Pemudik
Sosok Kapolsek BIM Ipda Wahid Mashadi, Lulusan Pesantren Hamka yang Lebaran Bersama Pemudik
BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatra Barat pada September 2025 melalui pintu masuk Bandara Internasional Minangkabau
Arus Balik Lebaran, Tiket Pesawat Padang-Jakarta Ludes Terjual
Paket kargo yang diduga berisi narkotika jenis ganja seberat 7 kilogram berhasil diamankan oleh petugas Aviation Security (AVSEC) Bandara Internasional Minangkabau (BIM),
Petugas BIM Gagalkan Pengiriman Ganja 7 Kg ke Jakarta
Andre Rosiade Minta Garuda Indonesia Layani Penerbangan Umrah dari Bandara Minangkabau
Andre Rosiade Minta Garuda Indonesia Layani Penerbangan Umrah dari Bandara Minangkabau
Lebih Dekat dengan Konsumen, Kahf Hadir di Bandara Minangkabau
Lebih Dekat dengan Konsumen, Kahf Hadir di Bandara Minangkabau
Pengelola Bandara Internasional Minangkabau (BIM) melakukan penyesuaian tata layanan pergerakan kendaraan di area sisi darat.
BIM Ubah Jalur Bagi Pengantar dan Penjemputan Mulai 21 Maret 2025