Langgam.id— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat menerima laporan dua daerah yang mengalami kekeringan. Dua wilayah tersebut yakni Kabupaten Dharmasraya dan Kota Padang.
Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, kekeringan terjadi dengan penyebab yang berbeda di masing-masing daerah.
“Laporan yang masuk ada dua wilayah alami kekeringan,” katanya, Kamis (10/9/2026).
Ilham menjelaskan, kekeringan di Kabupaten Dharmasraya dipengaruhi musim kemarau panjang dengan curah hujan yang minim selama sekitar tiga bulan.
Menurutnya, kondisi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah Dharmasraya belakangan ini.
“Kekeringan menjadi salah satu pemicunya terjadi kebakaran di Dharmasraya belakangan ini,” ujarnya.
Ia menyebutkan, terdapat empat kecamatan di Dharmasraya yang terdampak kekeringan. Masing-masing Kecamatan Sungai Rumbai, Pulau Punjung, Timpeh, dan Koto Baru.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Sumbar telah menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.
“Pekan lalu kami salurkan dua tangki air bersih. Serta membagikan sekitar 5.000 masker kepada masyarakat di wilayah terdampak,” katanya.
Sementara itu, kekeringan yang terjadi di Kota Padang disebabkan dampak bencana yang terjadi pada akhir 2025.
Ilham mengatakan, bencana tersebut menyebabkan kondisi irigasi dan aliran sungai menyusut. Kondisi itu kemudian berdampak terhadap aliran air ke sumur bor masyarakat.
“Sedangkan Kota Padang dipengaruhi bencana akhir tahun 2025 kemarin yang menyebabkan irigasi dan aliran sungai mereka menyusut. Ini berdampak pada aliran air ke sumur bor mereka,” katanya.
Ia menyebutkan, wilayah yang terdampak di Kota Padang berada di Kecamatan Kuranji. BPBD Sumbar hingga kini melakukan penyaluran air bersih setiap hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan tersebut.
“Di Kuranji, kami setiap hari menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (HER)






