Langgam.id – Pembangunan Stadion Haji Agus Salim Padang resmi dimulai dengan ditandai peletakan batu pertama pada Rabu (9/9/2026).
Stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumbar tersebut, bakal hadir dengan konsep modern namun tetap mempertahankan identitas budaya Minangkabau.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan, desain stadion akan menggabungkan fasilitas olahraga modern dengan ornamen khas Minangkabau.
“Stadion ini modern, tetapi tidak melupakan ciri khas Minangkabau. Ada fasad bergambar rumah adat Minangkabau, gonjong sembilan sebagai ikonnya,” ujar Andre kepada wartawan usai meletakkan batu pertama, Rabu (9/9/2026).
Tidak hanya fasad, Andre mengungkapkan, ciri khas Minangkabau akan terlihat pada bagian gerbang utama stadion. Gerbang itu akan mengakomodasi bentuk gonjong sebagai salah satu ciri khas arsitektur Minangkabau.
“Di depan gerbang utama juga akan kita bangun gerbang gonjong. Mohon doanya agar pembangunannya bisa cepat selesai,” jelasnya.
Selain mengedepankan identitas daerah, Stadion Haji Agus Salim yang baru dirancang dengan standar internasional Asian Football Confederation (AFC). Selain itu, juga akan menggunakan kursi tunggal atau single seat untuk penonton.
“Bedanya stadion ini standarnya internasional AFC dan kursinya single seat. Jadi kita akan punya stadion yang modern,” ungkapnya.
Andre menambahkan, Stadion Haji Agus Salim diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 12 ribu hingga 13 ribu penonton.
“Meskipun tidak besar. Saya rasa ini sudah modern dan representatif,” ucap Andre.
Ia berharap pembangunan Stadion Haji Agus Salim dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target yang rampung pada awal 2028.
“Alhamdulillah hari ini, 9 September, kita mulai peletakan batu pertama pembangunan Stadion Haji Agus Salim. Insyaallah awal tahun 2028 sudah bisa selesai,” pungkasnya. (WAN)




