Langgam.id – Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, mengkritik desain renovasi GOR Haji Agus Salim Padang yang dinilai belum mencerminkan identitas budaya Minangkabau. Hal ini diungkapkannya saat melakukan peninjauan proses pembongkaran, pada Rabu (8/7/2026).
Vasko menilai, stadion itu seharusnya memiliki ciri khas yang langsung dikenali sebagai bangunan khas Ranah Minang. Ia pun meminta penambahan atap gonjong.
“Saya rasa desainnya masih kurang megah. Stadion ini harus punya identitas Minangkabau. Di bagian pintu masuk utama perlu ditambahkan gonjong, sehingga ketika pertandingan disorot kamera, orang langsung tahu kalau ini stadion di Sumatra Barat,” kata Vasko dalam postingan Instagramnya, Kamis (9/7/2026).
Ia mengatakan, penggunaan warna marawa pada desain stadion sudah tepat. Namun, keberadaan ornamen gonjong di bagian fasad atau pintu masuk utama akan semakin memperkuat karakter bangunan sebagai stadion urang Minang.
“Jangan hanya modern, tapi juga harus membawa unsur budaya. Kita ingin membangun stadion urang Minang, sehingga punya ciri khas yang tidak dimiliki stadion lain,” tegasnya.
Vasko berharap hasil renovasi benar-benar menghadirkan stadion yang modern sekaligus memiliki karakter lokal yang kuat.
“Ini akan menjadi stadion kebanggaan Sumatra Barat. Kita ingin ketika orang datang, mereka langsung merasakan nuansa Minangkabau,” tuturnya.
Saat ini Gor Haji Agus Salim dalam proses tahapan pembongkaran yang berlangsung sejak Senin 6 Juli hingga bulan September 2026. Sejumlah alat berat telah bekerja dan merobohkan bangunan tribun stadion. (WAN)






