Langgam.id — Sosok harimau berbaju adat Minangkabau tiba-tiba mencuri perhatian warga yang menikmati suasana Car Free Day (CFD) Padang, Minggu pagi (6/9/2026).
Bukan harimau sungguhan, sosok tersebut adalah Si Rimau, maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
Dengan penampilan yang mencolok dan ekspresi ceria, Si Rimau berjalan di tengah kerumunan warga yang sedang berolahraga dan bersantai. Kehadirannya sontak mengundang rasa penasaran, terutama dari anak-anak yang langsung mendekat untuk melihat lebih dekat.
Sejumlah warga bahkan bergantian mengajak Si Rimau berfoto. Dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa, semuanya terlihat antusias mengabadikan momen bersama maskot Porprov tersebut.
Kehadiran Si Rimau di CFD Padang bukan sekadar hiburan. Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumbar sengaja membawa maskot tersebut ke ruang publik sebagai bagian dari sosialisasi pelaksanaan Porprov yang akan digelar Oktober mendatang.
Kegiatan diawali dengan senam bersama di depan Kantor Dispora/KONI Sumbar. Sejumlah pejabat dan pengurus olahraga daerah turut hadir, di antaranya Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi dan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus.
Setelah senam, Si Rimau menjadi pusat perhatian. Warga yang penasaran kemudian mulai bertanya mengenai Porprov XVI Sumbar.
Pertanyaannya beragam, mulai dari jadwal pelaksanaan, lokasi pertandingan, jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan hingga daerah yang terlibat dalam pesta olahraga tersebut.
Tim PB Porprov yang dikoordinir Ketua Seksi Acara, Silfi Fatayani, pun melayani pertanyaan warga sekaligus memberikan informasi mengenai Porprov XVI Sumbar.
“Warga ternyata cukup antusias. Banyak yang bertanya karena sudah lama Porprov tidak digelar. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat,” ujar Silfi.
Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi mengatakan sosialisasi melalui ruang publik penting dilakukan agar Porprov tidak hanya diketahui kalangan atlet dan insan olahraga.
“Porprov ini milik masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, masyarakat perlu tahu dan ikut menyukseskannya,” katanya.
Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus juga mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Porprov XVI Sumbar.
“Kita ingin Porprov kembali menjadi pesta olahraga yang dekat dengan masyarakat. Mari kita ramaikan dan dukung atlet-atlet Sumbar,” ujarnya.
Bagi warga yang hadir di CFD, Si Rimau menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan kembali Porprov setelah ajang olahraga tingkat provinsi tersebut cukup lama tidak digelar.
“Awalnya saya kira ini hanya maskot biasa. Setelah tahu ini maskot Porprov, jadi penasaran juga kapan pertandingannya,” ujar salah seorang pengunjung CFD.
Pengunjung lainnya berharap Porprov tahun ini berlangsung meriah dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Sudah lama tidak ada Porprov. Semoga pelaksanaannya meriah dan atlet-atlet kita bisa menunjukkan prestasi terbaik,” katanya.
Si Rimau sendiri bukan sekadar karakter berbentuk harimau. Maskot ini dirancang dengan sejumlah simbol yang merepresentasikan semangat olahraga sekaligus identitas Sumatera Barat.
Harimau Sumatera dipilih sebagai tokoh utama karena melambangkan kekuatan, keberanian, ketangguhan, kecepatan dan semangat juang.
Wakil Ketua II PB Porprov XVI sekaligus Waketum VII KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi, Dolla Indra, mengatakan karakter tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang harus dimiliki seorang atlet.
“Harimau Sumatera melambangkan kekuatan, keberanian, ketangguhan, kecepatan dan semangat juang. Itu adalah karakter yang juga harus dimiliki seorang atlet,” jelas Dolla.
Penampilan Si Rimau juga dipadukan dengan busana tradisional Minangkabau. Busana tersebut menjadi penegas bahwa Porprov bukan hanya tentang kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari identitas dan kebanggaan daerah.
“Busana tradisional Minangkabau menegaskan identitas budaya Sumbar. Jadi Porprov bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan budaya daerah,” katanya.
Warna kuning dan oranye yang mendominasi kostum Si Rimau juga memiliki makna. Kuning menggambarkan kejayaan dan optimisme, sedangkan oranye menyiratkan energi serta semangat untuk bertanding.
Di tangan Si Rimau terdapat obor dengan api berwarna merah, kuning dan hitam. Obor tersebut menjadi simbol semangat kompetisi yang terus menyala, keberanian dan tekad untuk meraih prestasi.
Sementara pose Si Rimau yang melangkah ke depan menggambarkan progres dan kesiapan menghadapi pertandingan.
“Gerakan melangkah maju menggambarkan progres dan kesiapan untuk bertanding. Gestur yang terbuka juga menyiratkan ajakan untuk bersatu dan menyambut seluruh kontingen kabupaten/kota se-Sumbar,” ujar Dolla.
Pada bagian mahkota Si Rimau terdapat slogan “SUMBAR HEBAT – OLAHRAGA JUARA”.
Slogan tersebut menjadi pesan bahwa olahraga tidak sekadar berbicara mengenai menang dan kalah. Lebih dari itu, Porprov menjadi ruang untuk membangun semangat, persahabatan, persatuan dan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.
Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Ajang tersebut akan mempertandingkan 53 cabang olahraga dan diselenggarakan di 12 daerah.
Setelah sekian lama vakum, Porprov kini kembali hadir menyapa masyarakat.
Dan di CFD Padang, Minggu pagi itu, Si Rimau menjadi wajah pertama yang mengingatkan warga bahwa pesta olahraga terbesar tingkat provinsi di Ranah Minang sudah semakin dekat.
Si Rimau datang untuk berfoto, menghibur warga, sekaligus membawa satu pesan sederhana: Sumbar Hebat, Olahraga Juara. (HER)





