Langgam.id – Dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Kasus pertama terjadi di Kecamatan Lubuk Basung pada Oktober 2025.
Saat itu, sebanyak 120 orang mengalami gejala sakit perut, mual, muntah dan diare. Dari hasil pemeriksaan BBPOM di Padang, menemukan bakteri staphylococcus aureus pada nasi goreng dan telur dadar yang dikonsumsi korban.
Kini, kejadian serupa kembali terjadi di Kecamatan Palupuh. Dinas Kesehatan Agam mencatat 276 orang mengalami gangguan kesehatan setelah menerima makanan MBG tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Muhammad Lutfi mengatakan, dua kejadian ini menjadi perhatian pemerintah daerah.
“Ini sudah dua kali. Yang pertama di Lubuk Basung, ada sekitar 120 orang yang terdampak. Sekarang di Palupuh, data terakhir ada 276 orang,” kata Lutfi kepada Langgam.id, Kamis (3/8/2026).
Korban dugaan keracunan di Palupuh langsung mendapatkan penanganan dari fasilitas kesehatan. Sebagian korban juga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
“Dari kejadian kemarin ada yang pusing, langsung ditangani puskesmas. Setelah diperiksa, ada yang dirujuk ke Bukittinggi. Diagnosanya keracunan dan dilakukan pengecekan makanan,” jelasnya.
Lutfi menyebutkan, sampel makanan dan muntah korban telah dilakukan pengecekan ke BBPOM di Padang pada Rabu (2/9/2026). Hasil pemeriksaannya masih ditunggu, agar diketahui kepastian penyebab kejadian tersebut.
“Setelah diperiksa, kasus di Lubuk Basung terbukti keracunan dari makanan MBG. Dan kejadian saat ini kita masih menunggu hasil BBPOM,” ungkapnya.
Ia menyebut pelaksanaan MBG merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, pemerintah daerah tetap melakukan koordinasi dan pengawasan di wilayahnya.
“Harapan kami ini menjadi bahan evaluasi Satgas di Agam. Tentunya kita berharap seluruh SPPG betul-betul memperhatikan sistem dan prosedur penyiapan makanan,” katanya.
Selain proses pengolahan, pengawasan terhadap bahan makanan juga dinilai penting, untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Termasuk bahan, selalu melakukan monitoring dari Satgas dalam pelaksanaan,” tuturnya. (WAN)




