Langgam.id — Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga periode yang dicatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah rekening simpanan pelajar dalam program tersebut telah mencapai 1,48 juta rekening.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra mengatakan, selain jumlah rekening yang tinggi, total simpanan pelajar dalam Program KEJAR juga telah mencapai Rp262,48 miliar.
“Hingga Juli 2025, program KEJAR di Sumatera Barat telah mencapai 1,48 juta jumlah rekening simpanan pelajar dengan total simpanan mencapai Rp262,48 miliar,” ujar Roni dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) Sumatera Barat 2026 di UPI Exhibition Hall, Kota Padang, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Menurut Roni, capaian tersebut menunjukkan Program KEJAR terus bergerak dalam mendorong pelajar memiliki akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak usia dini.
Peringatan Puncak HIM Sumbar 2026 mengusung tema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 500 peserta yang terdiri dari pimpinan dan asosiasi industri jasa keuangan, instansi vertikal, organisasi perangkat daerah, guru, serta pelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.
Roni mengatakan, Hari Indonesia Menabung menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, khususnya bagi kalangan pelajar.
Program KEJAR diharapkan tidak hanya meningkatkan kepemilikan rekening, tetapi juga membentuk kebiasaan menyisihkan uang dan kemampuan mengelola keuangan secara bertanggung jawab sejak dini.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, OJK Sumbar juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berhasil mengimplementasikan Program KEJAR.
Kabupaten Padang Pariaman meraih penghargaan sebagai TPAKD dengan implementasi KEJAR terbaik. Sementara Kota Solok dan Kabupaten Solok menjadi nominasi.
Untuk kategori bank umum, PT Bank Nagari menjadi pemenang implementasi KEJAR terbaik. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Padang dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Cabang Padang masuk nominasi.
Pada kategori BPR/BPRS, PT BPR Gema Pesisir menjadi pemenang, sedangkan PT BPRS Jam Gadang Perseroda dan PT BPR Samudera Perseroda menjadi nominasi.
Sementara itu, SMP Negeri 4 Lubuk Alung yang merupakan mitra PT Bank Nagari meraih penghargaan satuan pendidikan dengan implementasi KEJAR terbaik. SMP Negeri 4 Batang Anai dan SD Negeri 08 Painan Selatan masuk nominasi.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya membangun budaya menabung sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu membentuk generasi yang cerdas dan mandiri dalam mengelola keuangan.
Pemprov Sumbar, kata Mahyeldi, akan terus mendukung pelaku usaha jasa keuangan dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk melalui inovasi produk dan layanan keuangan yang mudah serta terjangkau.
OJK Sumbar juga terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang semakin cakap mengelola keuangan, memiliki akses terhadap layanan keuangan formal, serta mampu membangun kemandirian finansial sejak usia dini. (HER)





