Langgam.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang akan kembali membersihkan material yang menumpuk di tepian Sungai Lapau Munggu, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji.
Pembersihan dilakukan menyusul kembali tingginya debit sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang dalam dua hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, peningkatan debit sungai kembali terjadi seiring tingginya curah hujan, termasuk di kawasan Lapau Munggu.
“Kalau intensitas hujan tinggi, memang debit air sungai-sungai di Kota Padang mengalami peningkatan, termasuk yang ada di kawasan Lapaumunggu,” ujar Hendri, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, pemerintah masih melakukan upaya normalisasi sungai untuk mengantisipasi banjir kembali terjadi di kawasan tersebut.
Pantauan Langgam.id, proses pembersihan material sisa banjir dan normalisasi sungai masih berlangsung menggunakan satu unit ekskavator berukuran besar.
Sejumlah material masih terlihat menumpuk di sekitar aliran sungai. Selain itu, terdapat beberapa titik longsoran di tepian sungai setelah debit air kembali meningkat akibat hujan.
Hendri mengatakan material dan longsoran di tepian sungai akan kembali dibersihkan. Langkah tersebut dilakukan agar aliran air tidak terhambat dan risiko luapan ke permukiman maupun lahan pertanian warga dapat ditekan.
“Materialnya akan kita bersihkan lagi agar masyarakat merasa aman dan air tidak meluap ke rumah penduduk maupun lahan pertanian,” katanya.
BPBD Kota Padang juga telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V terkait upaya normalisasi Sungai Lapau Munggu.
Hendri mengatakan, apabila debit air kembali meningkat dan berpotensi membahayakan warga, masyarakat akan diarahkan untuk mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman.
Saat ini, sebagian warga yang sebelumnya terdampak banjir telah kembali ke rumah masing-masing. Mereka kembali untuk membersihkan sisa material banjir yang masih terdapat di sekitar rumah.
Sementara itu, tenda darurat yang didirikan BPBD Kota Padang di kawasan Lapau Munggu terlihat cenderung sepi pada siang hari. Warga yang sebelumnya berada di tenda kembali ke rumah untuk beraktivitas dan melakukan pembersihan.
“Kalau siang memang tenda sepi karena warga kembali ke rumah untuk membersihkan. Tapi kalau hujan dan proses pembersihan masih dilakukan, ada beberapa warga yang tetap tinggal di sekitar tenda darurat,” jelasnya.
Hendri menegaskan BPBD bersama pihak terkait masih memastikan proses normalisasi sungai berjalan. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko banjir berulang yang sebelumnya berdampak terhadap permukiman dan lahan pertanian warga. (HER)






