Langgam.id – Banjir yang melanda kawasan Lapau Munggu, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang pada awal Agustus 2026 turut merendam sejumlah lahan pertanian milik warga.
Salah satunya sawah milik Laili warga Lapau Manggu yang terdampak banjir. Meski sempat terendam banjir, Laili masih bisa memanen padi yang saat itu sudah hampir memasuki masa panen.
Saat ditemui Langgam.id, Laili tampak menjemur padi hasil panennya di rumah anaknya yang tidak jauh dari kediamannya. Ia memilih menjemur padi di sana karena rumahnya sendiri sempat terdampak banjir.
Laili mengatakan sawah miliknya cukup banyak terendam ketika banjir melanda kawasan tersebut. Namun, ia masih beruntung karena material banjir seperti batu dan kayu tidak masuk ke area persawahan.
“Kalau orang di sini biasa menyebutnya kena air bah. Sawah memang banyak yang terendam, tapi masih bisa dipanen karena batu dan kayu tidak masuk ke sawah,” ujar Laili, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian padi masih dapat diselamatkan meskipun hasil panen tidak maksimal, karena ketika banjir terjadi tanaman padi miliknya memang sudah hampir memasuki masa panen.
“Memang hasilnya tidak maksimal karena sawah banyak yang terendam. Waktu itu padinya sudah hampir dipanen,” katanya.
Selain sawah, banjir juga menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian lainnya milik Laili. Sebanyak 25 batang pohon kelapa miliknya yang berada di seberang sungai tumbang akibat diterjang banjir.
Meski mengalami kerugian akibat banjir, Laili tetap bersyukur karena masih bisa membawa pulang sebagian hasil panen padinya.
Ia menyebut tidak semua petani di kawasan yang terdampak banjir bernasib sama. Sejumlah warga lainnya bahkan tidak dapat memanen padi karena lahan mereka terdampak banjir.
“Walaupun hasil panennya tidak maksimal, saya tetap bersyukur masih bisa memanen. Banyak warga lain yang sama sekali tidak bisa memanen padinya karena banjir,” ujarnya. (fix)






